KOTA TANGERANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk kembali memaknai arti kemerdekaan. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pengibaranbendera Merah Putih, upacara maupun berbagai perlombaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Semangat tersebut menjadi pesan yang diusung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melalui gerakan “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih”. Pesan ini mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari semangat mengisi kemerdekaan.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, memberikan hadiah istimewa berupa umrah kepada Ubaedillah, pejuang kebersihan yang sehari-hari bertugas di Taman Potret Kota Tangerang.
Sachrudin mengatakan, hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas kebersihan yang turut menjaga kebersihan dan keindahan Kota Tangerang.
“Selamat dan terima kasih atas dedikasinya. Semoga hadiah ini menjadi motivasi dan menambah semangat untuk terus bekerja dengan tekun demi kebersihan dan keindahan Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Yudi Pradana, mengatakan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas ketika diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang.
«“Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakan dan memasang Merah Putih, tetapi juga bagaimana kita menjaga tanah air yang kita cintai. Merah Putih yang berkibar harus diiringi dengan bumi yang terawat, lingkungan yang bersih, sehat dan lestari,” ujar Yudi Pradana.»
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
«“Merawat lingkungan adalah bagian dari menjaga Indonesia. Ketika kita menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat pohon, menghemat air dan mencegah pencemaran, sesungguhnya kita sedang memberikan kontribusi nyata untuk bangsa dan negara,” katanya.»
Yudi menegaskan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa juga harus diterapkan dalam menjaga lingkungan.
Ia mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai titik awal memperkuat kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
«“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal sederhana yang berdampak besar. Mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan rumah, sekolah, tempat kerja dan lingkungan sekitar. Buang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan barang sekali pakai, rawat tanaman, hemat air dan jangan melakukan aktivitas yang dapat mencemari lingkungan,” tutur Yudi.»
Selain itu, Yudi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan kaum muda memiliki peran strategis sebagai generasi penerus sekaligus pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan.
«“Generasi muda harus kita dorong menjadi pelopor kepedulian lingkungan. Mereka bukan hanya pewaris masa depan Indonesia, tetapi juga memiliki energi dan kreativitas untuk menciptakan perubahan positif. Kalau kepedulian lingkungan ditanamkan sejak dini, maka akan menjadi budaya yang terus terbawa sampai dewasa,” jelasnya.»
Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergerak Bersama
Yudi menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Persoalan sampah, kebersihan, penghijauan, penggunaan air hingga pencemaran membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
«“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan menjaga lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak warga Kota Tangerang untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.»
Menurut Yudi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas dan generasi muda akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan lingkungan Kota Tangerang yang semakin bersih, sehat dan berkelanjutan.
Ia berharap semangat “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih” tidak berhenti hanya pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi menjadi gerakan dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten sepanjang waktu.
«“Jangan sampai semangat menjaga lingkungan hanya muncul ketika momentum tertentu. Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena mencintai Indonesia juga berarti mencintai dan merawat lingkungan tempat kita hidup,” ungkapnya.»
Merah Putih Berkibar, Bumi Terawat
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya bukan sekadar seremoni, tetapi kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia. Pengibaran Merah Putih menjadi simbol kebanggaan sebagai bangsa, sementara kepedulian terhadap lingkungan menjadi bentuk nyata bagaimana masyarakat menjaga tanah air.
Melalui semangat “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih”, DLH Kota Tangerang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, mengurangi timbulan sampah, merawat pohon dan tanaman, menghemat air, mencegah pencemaran serta menumbuhkan kepedulian lingkungan di tengah keluarga dan masyarakat.
Merah Putih adalah simbol Indonesia. Menjaga bumi adalah cara kita merawat Indonesia.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan terus hidup dalam setiap langkah kecil masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau dan lestari bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (ADV)



