TANGERANG, PARLEMENBANTEN.COM– Upaya keras dan kolaboratif tim gabungan dalam penanganan darurat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Hingga Kamis malam (9/7) pukul 19.30 WIB, lahan utama TPA seluas ±15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan kini memasuki fase pendinginan (pembasahan) intensif.
Meskipun area inti TPA sudah terkendali, tim gabungan di lapangan tetap bersiaga mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis di luar kawasan TPA (dekat area danau/situ). Kondisi sosial masyarakat sekitar pun dipastikan kondusif dengan jumlah pengungsi nihil, setelah seluruh warga difasilitasi kembali ke rumah masing-masing pada pukul 19.00 WIB.
Percepatan penanganan ini diperkuat secara legalitas hukum melalui Keputusan Bupati Kabupaten Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin, serta Keputusan Nomor 613 Tahun 2026 terkait Satuan Tugas Penanganan Darurat.

Guna mempercepat pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dukungan penuh berupa 4 unit Helikopter Water Bombing (WB).
Berdasarkan data operasional harian per 9 Juli 2026, rincian capaian sorti udara meliputi:
1.Mi-8AMT (Reg. RA-22834): 1 Sortie, 3 jam 58 menit terbang, 45 kali bom air (180.000 liter).
2.Sikorsky UH60A (Reg. N-274TH): 2 Sortie, 5 jam 43 menit terbang, 54 kali bom air (216.000 liter). Helikopter sempat melakukan prosedur Return to Base (RTB) di tengah operasi akibat kendala teknis pada bucket.
3.Sikorsky UH60L (Reg. N137WZ): 2 Sortie, 8 jam 04 menit terbang, 88 kali bom air (352.000 liter).
4.Mi-8 MSBT (Reg. UR-VBC): Dilaporkan unserviceable untuk perbaikan teknis.
Selain armada udara, BNPB menyalurkan bantuan logistik darat berupa 500 liter Enviro Class A Foam (cairan racun api), 60 unit PT 5000, 25 roll selang (@30m), 3 unit pompa mini striker, 5 set sumbut, serta 50 unit Handy Talkie (HT). Bantuan kemanusiaan berupa 100 paket sembako, 100 kaos BNPB, dan 150 pasang sepatu boot operasional juga didistribusikan untuk warga dan petugas.
Di lini darat, kekuatan penuh dikerahkan dengan melibatkan 50 unit armada Damkar Gabungan (Provinsi Banten, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangsel, TNI AD, dan Swasta) serta 19 unit ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah dan membuka akses jalan.

Tim Manggala Agni berkekuatan 38 personel bersama unsur TNI/Polri melakukan pemadaman spesifik menggunakan cairan kimia enviro class A dan membuka jalur pipa air baru. Aspek keamanan dan penerangan malam hari dioptimalkan oleh Sat Brimob dan Sat Samapta Polres setempat, sementara kebutuhan pangan disokong oleh dapur umum Pemda di UPTD TPA Jatiwaringin.
Meski api di area TPA sudah nihil, tim masih memerlukan pasokan air dari mobil tangki PDAM untuk pembasahan sisa asap di luar kawasan. Di sisi lain, rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dieksekusi karena faktor alam akibat belum adanya pertumbuhan awan potensial di atas area TPA.
BNPB bersama otoritas terkait menegaskan dan memastikan bahwa seluruh rangkaian kabut asap maupun aktivitas pemadaman udara di TPA Jatiwaringin sama sekali tidak mengganggu atau menghambat aktivitas lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). (sg)



