LEBAK, parlemenbanten.com – Sebuah momentum penting dalam pelestarian nilai sejarah dan adat budaya Nusantara berlangsung khidmat di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Sabtu (26/9/2026) lalu.
Berdasarkan pantauan jurnalis parlemenbanten.com di lokasi, puluhan generasi penerus dari garis keturunan Opung Nini Bulang (Sampai Sembiring Meliala bere Karo Karo Bukit) dan Opung Nini Tudung (Laintjung beru Karo Karo Bukit bere Sembiring Depari) berkumpul bersama dalam acara pertemuan akbar silsilah keluarga.
Acara ini menjadi babak baru yang bernilai sejarah tinggi bagi keluarga besar yang sejatinya berasal dari Desa Bukit, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Meski terpisah jarak ribuan kilometer dari tanah leluhur dan kini menetap di tanah rantau, khususnya wilayah Banten dan sekitarnya, kesadaran akan akar budaya dan silsilah darah tetap dijunjung tinggi.
Pertemuan akbar ini diinisiasi dengan misi besar, yaitu menyatukan seluruh keturunan Sembiring Meliala, sekaligus menginventarisasi, merunut, serta membukukan kembali garis silsilah (tarombo/tutur).
Langkah ini dinilai krusial secara kultural agar generasi muda Karo di perantauan tidak kehilangan identitas kemargaan dan tetap memahami silsilah hubungan kekerabatan (tutur si waluh) mereka.
Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini kental dengan nuansa pelestarian adat yang diisi dengan doa bersama, ramah tamah, serta diskusi strategis mengenai rencana pembentukan paguyuban keluarga yang lebih terstruktur di masa depan.
Melalui pertemuan bersejarah di Rangkasbitung ini, diharapkan seluruh keluarga besar Sembiring Meliala dapat terus solid saling mendukung, menghidupkan nilai luhur budaya Karo di era modern, serta memperkokoh persaudaraan tanpa sedikit pun melupakan tanah asal mereka di Desa Bukit, Kabupaten Karo. (sg)



