Medan,parlemenbanten.com – Pesta Adat dan Budaya Merdang Merdem 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Benteng, Kota Medan, Sabtu (17/10/2026), menjadi panggung besar sinergi kebudayaan nasional.
Meski tidak hadir langsung di lokasi acara, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Karo Banten Bersatu (DPP KBB), H. Tobat Ginting, S.H., mengutus perwakilan resmi KBB untuk memenuhi undangan dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Langkah ini mempertegas andil besar masyarakat perantauan asal Banten dalam merawat persatuan di tanah air.

Apresiasi tinggi mengalir atas dukungan nyata dari organisasi kebudayaan perantauan Banten ini.
Semarak festival tahunan ke-11 tersebut kian terlihat dari deretan papan bunga ucapan selamat yang memenuhi area utama Lapangan Benteng.
Salah satu yang paling menonjol dikirim langsung atas nama organisasi, bertuliskan: “Selamat & Sukses Merdang Merdem Kota Medan. Dari: Kel. Besar Karo Banten Bersatu. Ketum: Tobat Ginting”.
Ketua Umum DPP KBB, H. Tobat Ginting, S.H., membenarkan bahwa dirinya secara resmi menerima surat undangan dari orang nomor satu di Pemkot Medan tersebut untuk menghadiri perayaan sakral ini, dan langsung mengirimkan perwakilannya ke lokasi.
“Mejuah-juah, selamat pagi. Sekadar info, KBB Karo Banten Bersatu ikut diundang dalam acara Merdang Merdem di Kota Medan. Papan bunga sudah dikirim dan perwakilan dari KBB juga sudah berada di lokasi. Terima kasih,” ujar Tobat Ginting saat memberikan konfirmasi resmi mengenai partisipasi KBB.

KBB Gelar Festival Budaya Karo Bumi Turang di Sasana Kriya TMII
Sinergi kebudayaan antar daerah ini dipastikan akan terus berlanjut. H. Tobat Ginting, S.H. mengumumkan bahwa Karo Banten Bersatu juga akan menyelenggarakan Festival Budaya Karo Bumi Turang pada 28 November 2026 mendatang yang bertempat di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Melalui momentum perjumpaan adat di Medan ini, KBB memohon dukungan sekaligus mengundang Wali Kota Medan, Rico Waas, secara khusus untuk dapat meluangkan waktu menghadiri perhelatan akbar nasional tersebut.
Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam pidato kebudayaannya menyambut hangat kehadiran para tokoh lintas daerah serta perwakilan organisasi kebudayaan. Rico Waas menegaskan bahwa eksistensi etnis Karo memiliki kedekatan emosional dan sejarah yang kuat dengan berdirinya kota metropolitan berpenduduk 2,5 juta jiwa tersebut.
“Kita boleh berbeda suku, baik Jawa, Batak, Karo, Nias, maupun suku lainnya. Namun, kita harus bangga bahwa Medan menjadi bagian dari masyarakat Karo, dan masyarakat Karo juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Medan,” tutur Rico Waas.

Selaras dengan Semangat ‘Medan untuk Semua’ dan Agenda Penabalan Marga
Komitmen kebersamaan yang digalang oleh Ketua Umum DPP KBB Tobat Ginting melalui perwakilannya dan Wali Kota Rico Waas ini dinilai selaras dengan visi inklusif “Medan untuk Semua”.
Ikatan kekerabatan tersebut dipastikan berlanjut ke agenda sakral berikutnya, yakni rencana prosesi adat Penabalan Marga kepada Rico Waas (menjadi Ginting Suka bere-bere Tarigan) beserta Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas (menjadi Beru Sembiring Pelawi) pada 7 November 2026 di Gedung TP PKK Kota Medan.
Ketua Panitia Penabalan Marga, Muhammad Edison Ginting, didampingi tokoh masyarakat Karo, Roy Fakhrabi Ginting, mengutarakan bahwa kepedulian dari figur perantauan seperti Tobat Ginting memperluas gaung budaya Karo ke tingkat nasional.
“Penabalan marga ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda internal masyarakat Karo, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi antarsuku,” jelas Edison Ginting.

Puncak festival Merdang Merdem 2026 turut dihadiri oleh keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Wakil Ketua DPRD Zulkarnaen, Pj. Sekda Erfin Fachrurrazi, beserta unsur Forkopimda.
Melalui kolaborasi ini, H. Tobat Ginting, SH berharap peran aktif DPP KBB serta rencana pelaksanaan Festival “Bumi Turang” di Jakarta dapat terus menjadi jembatan kebudayaan yang memperkokoh persaudaraan dan toleransi di manapun warga perantauan berada. (sg)







