CILEGON, parlemenbanten.com – Atas instruksi langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, DPP PDI Perjuangan resmi memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati untuk membantu penanganan korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026) malam. Keberangkatan armada kemanusiaan penembus batas tersebut dilepas langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., dari pelabuhan di Cilegon, Banten.
Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan besar sebelumnya mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya kawasan Flores dan sekitarnya. Guncangan kuat tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta fasilitas umum, hingga memaksa ribuan penduduk mengungsi ke posko darurat dan membutuhkan penanganan medis serta logistik segera akibat akses darat yang terputus.
Dalam pelepasan misi kemanusiaan di pelabuhan Banten tersebut, Dr. Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M. didampingi oleh sejumlah fungsionaris dan tokoh penting partai, di antaranya: Yulius Setiarto, S.H., M.H., Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI Perjuangan,H. Ade Sumardi, S.E., Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten,Wanto Sugito, S.Sos.I., M.Sos., Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten serta Jajaran pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Banten
Kapal RSA Laksamana Malahayati merupakan kapal rumah sakit apung milik PDI Perjuangan yang diresmikan sejak tahun 2023. Kapal setinggi lima lantai ini dirancang khusus sebagai armada kemanusiaan penembus batas kepulauan Indonesia. Di dalamnya telah dilengkapi fasilitas medis setara rumah sakit tipe C, mulai dari ruang operasi, ruang persalinan, ruang rawat inap, apotek, hingga laboratorium. Seluruh pelayanan medis dan operasional logistik di atas kapal ini diberikan secara gratis untuk membantu masyarakat terpencil, khususnya di daerah-daerah pesisir yang minim akses kesehatan dan terdampak bencana alam.
Kehadiran PDI Perjuangan di lokasi bencana merupakan wujud solidaritas emosional yang mendalam. Prinsip untuk selalu menangis dan tertawa bersama rakyat ditunjukkan langsung oleh jajaran tokoh nasional partai di lapangan.Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T., Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Prof. Dr. (H.C.) dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., bersama H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., serta kader-kader partai lainnya, terjun langsung ke lokasi pengungsian di NTT guna membantu meringankan duka sekaligus mengobati luka psikologis maupun fisik para korban.
Aksi kemanusiaan ini berjalan beriringan dengan pergerakan tanggap darurat di jalur darat. Prof. Dr. (H.C.) dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak. menunjukkan respons kilat setelah menerima aduan dari warganet dengan akun @valentinasundari23. Warganet tersebut mengabarkan kondisi kakak iparnya yang baru saja melahirkan dan ikut terdampak gempa di Ruteng, Manggarai. Prof. Dr. (H.C.) dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak. yang telah berada di Flores segera mengunjungi lokasi untuk memeriksa kondisi kesehatan ibu dan bayi serta menyalurkan bantuan logistik darurat. Bersamaan dengan itu, Tim Relawan Kesehatan dan Tim BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan terus bergerak aktif menyisir berbagai wilayah terdampak di NTT.
Untuk memperkuat pergerakan di lapangan, Kapal Laksamana Malahayati dijadwalkan menempuh jalur laut selatan. Kapal bertolak dari Cilegon menyusuri Selat Sunda, melintasi Laut Jawa untuk transit di Surabaya, kemudian melewati Selat Bali dan NTB hingga bersandar di NTT untuk bergabung dengan tim darat. Misi ini memprioritaskan pelayanan di daerah-daerah terisolasi yang hanya bisa diakses dari jalur laut atau pantai dengan membawa muatan logistik berupa obat-obatan medis spesifik bencana, kebutuhan logistik pokok, tenda darurat, serta tandon air bersih portabel. (sg)



