Tangerang Selatan (parlemenbanten.com)- Pemuda Demokrat Indonesia adalah salah satu organisasi kepemudaan (OKP) tertua di Indonesia yang memiliki akar sejarah kuat dalam ideologi nasionalisme-marhaenisme.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 31 Mei 1947 di Solo, Jawa Tengah. Pada masa awal berdirinya, organisasi ini merupakan sayap pemuda dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Bung Karno, sehingga ideologinya sangat kental dengan ajaran Marhaenisme.
Pemuda Demokrat Indonesia merupakan salah satu dari kelompok organisasi pemuda yang ikut mendeklarasikan berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tanggal 23 Juli 1973.
Meskipun sempat mengalami dinamika politik seiring perubahan zaman (dari Orde Lama ke Orde Baru hingga Reformasi), organisasi ini tetap eksis sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda yang independen namun tetap memegang teguh nilai-nilai nasionalisme.
Kegelisahan kader arus bawah Pemuda Demokrat Indonesia semakin memuncak akibat tak kunjung digelarnya kongres persatuan untuk pergantian pengurus pusat.
Lambatnya kepastian kongres ini memicu arus dorongan kuat agar Prasetyo Edi Marsudi, politisi senior yang memiliki basis kepemimpinan kuat, didaulat menjadi Ketua Umum DPP Pemuda Demokrat Indonesia.
Beberapa perwakilan pengurus daerah dan Pengurus Pusat Pemuda Demokrat menilai, sosok Prasetyo Edi Marsudi—yang akrab disapa Pak Pras — memiliki pengalaman matang dan kapasitas yang dibutuhkan untuk menyatukan kembali pemuda demokrat di Indonesia.
Pengalaman panjang Prasetyo, terutama dalam memimpin DPRD DKI Jakarta selama dua periode (2014–2024) dan posisinya di struktur PDI Perjuangan, menjadikannya figur yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen muda.
“Kami butuh ketua umum yang definitif dan progresif. Pak Pras adalah sosok yang tegas dan komunikatif. Dorongan ini muncul agar Pemuda Demokrat Indonesia kembali memiliki taji dalam mencetak kader-kader muda yang demokratis,” ujar salah satu kader yang enggan disebutkan namanya.

Sistim Ginting, yang menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP KNPI dan Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Tangerang Selatan,turut menyoroti kondisi internal organisasi yang dianggap sedang dalam ketidakpastian.
Sistim Ginting menilai Prasetyo Edi Marsudi (mantan Ketua DPRD DKI Jakarta) sebagai sosok yang layak didaulat menjadi Ketua Umum DPP Pemuda Demokrat Indonesia.
Penilaian ini didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan Prasetyo yang dianggap mampu membawa stabilitas bagi organisasi.
Muncul kekhawatiran mengenai pelaksanaan Kongres DPP Pemuda Demokrat Indonesia yang dinilai “tak kunjung jelas” pelaksanaannya. Hal ini dianggap dapat menghambat regenerasi dan konsolidasi organisasi di tingkat pusat hingga daerah.
Kader Pemuda Demokrat menyoroti bahwa tertundanya kongres menyebabkan stagnasi organisasi. Prasetyo didorong tidak hanya untuk memimpin secara struktural, tetapi juga untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran agar organisasi tidak lagi stagnan dan lebih aktif merespons isu-isu kebangsaan.

Prasetyo Edi sendiri, dalam beberapa kesempatan di kegiatan PDIP, dikenal sebagai sosok yang selalu menekankan pentingnya loyalitas dan persatuan kader. Jika didaulat, beliau diharapkan dapat membawa wajah baru bagi Pemuda Demokrat Indonesia
Usulan untuk mendapuk Prasetyo Edi Marsudi merupakan bagian dari seruan untuk “menyelamatkan organisasi” dari kebuntuan struktural, agar Pemuda Demokrat Indonesia dapat kembali menjalankan perannya sebagai wadah perjuangan pemuda secara efektif.
Prasetyo Edi Marsudi sendiri dikenal luas sebagai politikus senior PDI Perjuangan yang memiliki kedekatan dengan berbagai elemen organisasi kepemudaan, termasuk KNPI.
Setelah purna tugas sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta pada tahun 2024, Prasetyo Edi Marsudi kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PAM Jaya sejak Agustus 2025.
Dorongan ini mencerminkan dinamika internal di mana kader daerah menginginkan figur nasional yang kuat untuk segera mengakhiri ketidakpastian administratif melalui mekanisme kongres resmi.
Prasetyo dinilai sebagai sosok senior dan figur yang mampu membawa stabilitas serta marwah bagi organisasi. Sebagai politisi senior PDI Perjuangan, rekam jejaknya dalam memimpin lembaga legislatif dianggap sebagai modal kuat untuk mengonsolidasikan organisasi pemuda ini.
Terdapat kritik mengenai pelaksanaan Kongres DPP Pemuda Demokrat Indonesia yang dianggap terus tertunda atau tidak memiliki jadwal yang pasti. Hal ini dinilai menghambat proses regenerasi dan legalitas kepemimpinan organisasi.

Dukungan terhadap Prasetyo Edi juga muncul sebagai respons untuk “menyelamatkan” organisasi dari kevakuman kepemimpinan yang definitif. Fokus utamanya adalah mengaktifkan kembali peran strategis Pemuda Demokrat Indonesia dalam kancah nasional.
Prasetyo Edi Marsudi dinilai sangat layak karena memiliki rekam jejak yang mumpuni, termasuk pengalaman memimpin sebagai Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia DKI Jakarta.
Sebagai tokoh senior, Prasetyo juga sering menekankan pentingnya peran KNPI sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan (OKP) dalam mencetak pemimpin masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, desakan kader agar Kongres segera dipercepat dan mendorong Prasetyo Edi Marsudi sebagai nakhoda baru terus bergulir di tingkat daerah maupun pusat. (red)



