Serang – Anggota DPRD Kota Serang, Eko Sucipto, meminta proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMP Negeri 18 Kota Serang dilakukan secara transparan. Permintaan tersebut disampaikan setelah dirinya menerima pengaduan dari 19 orang tua calon siswa yang anaknya dinyatakan tidak lolos seleksi. Keluhan itu disampaikan warga Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, kepada Eko pada Rabu (8/7/2026). Para orang tua mempertanyakan hasil seleksi karena menilai telah memenuhi persyaratan pada jalur domisili.
Menurut Eko, pemerintah telah mengatur mekanisme SPMB melalui empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Khusus jalur domisili, kuotanya dialokasikan minimal 40 persen dari total daya tampung sekolah. “Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa calon siswa yang rumahnya berada sangat dekat dengan sekolah justru tidak diterima. Ini perlu penjelasan dari pihak sekolah agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak menimbulkan persepsi negatif,” ujar legislator Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Curug-Walantaka.
Eko menilai, apabila persoalan utama terletak pada keterbatasan daya tampung, Pemerintah Kota Serang perlu menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan membangun ruang kelas baru (RKB) agar seluruh anak usia sekolah dapat memperoleh akses pendidikan yang layak. Sebelumnya, para orang tua juga telah menyampaikan keluhan serupa kepada mantan Lurah Teritih, Hidayatullah. Ia berjanji akan membantu meneruskan aspirasi warga kepada pemerintah kelurahan dan pihak SMPN 18 Kota Serang.
Sementara itu, Haidir, salah seorang orang tua calon siswa, mengaku kecewa karena telah mengikuti seluruh tahapan pendaftaran sesuai ketentuan, namun anaknya tetap tidak diterima melalui jalur domisili. “Kami sudah mengikuti semua prosedur sesuai aturan. Namun, anak kami tetap tidak diterima, padahal rumah kami sangat dekat dengan sekolah,” ungkap Haidir. Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SMPN 18 Kota Serang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan para orang tua calon siswa. (red)



