Tangerang Selatan (parlemenbanten.com) – Pelantikan Kepengurusan DPD GMNI Provinsi Banten dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 di Aula Dinas PUPR Provinsi Banten.
Zein Nasution Ketua Terpilih DPD GMNI Banten menyatakan bahwa Pelantikan Pengurus DPD GMNI Banten mengusung Tema “Membumikan Pancasila Di Tanah Jawara “.
Ketua DPD GMNI Provinsi Banten Zein Nasution beserta Jajaran dilantik oleh Ketua Umum DPP GMNI M. Risyad Pahlevi dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI Patra Dewa.
Kepengurusan DPD GMNI Provinsi Banten yang dilantik antara lain Dadang Suzana sebagai Sekretaris DPD, Hatta sebagai Bendahara DPD beserta Kepengurusan DPD lainnya.
Sebelumnya Zein Nasution sebagai aktivis Mahasiswa Terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Provinsi Banten periode 2026–2028 melalui Konferensi Daerah (Konferda) VI pada Januari 2026.
Zein Nasution adalah seorang aktivis mahasiswa yang dikenal sebagai mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang Selatan.
Hingga awal tahun 2026, ia terlibat aktif dalam dinamika organisasi di tingkat provinsi.
Sebagai Ketua DPC GMNI Tangerang Selata,n Zein Nasution Zein aktif dalam berbagai aksi sosial, seperti distribusi masker dan pendirian dapur umum bagi warga terdampak pandemi COVID-19 di Tangsel.
Dalam Konferensi Daerah (Konferda) VI DPD GMNI Banten yang diadakan pada Januari 2026, terjadi dualisme kepemimpinan.
Zein Nasution mengklaim dirinya sebagai Ketua DPD GMNI Banten yang sah untuk periode 2026–2028 berdasarkan hasil Konferda tersebut, meskipun ada versi lain yang menyebutkan nama Endang Kurnia sebagai ketua terpilih.
Banten Tanah Jawara adalah julukan yang melekat erat pada identitas Provinsi Banten. Istilah ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari sejarah, budaya, dan karakter masyarakatnya.
Pancasila di Tanah Jawara Banten dihayati sebagai fondasi nilai yang tertanam kuat dalam kehidupan bermasyarakat, tercermin dalam budaya gotong royong dan kesadaran sejarah sebagai benteng pertahanan ideologi sejak masa perjuangan.
Implementasi nilai-nilai ini diperkuat oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat adat Baduy dan organisasi kemasyarakatan. (sg)



