RANGKAS BITUNG – Perwakilan Organisasi Mahasiswa yang Tergabung Dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Lebak dan Ikatan Mahasiswa Lebak ( IMALA ) Temui KAPOLRES LEBAK di Ruangannya.
KAPOLRES Lebak didampingi beberapa jajaran nya menyampaikan akan mengusut tuntas kasus yang terjadi.
GMNI Lebak menilai persoalan ini menjadi wajah buruk bagi Kabupaten Lebak, mengingat kematian anggota Satpol PP pada pengawalan aksi demontrasi bukan demonstrasi pada tataran issue issue kerakyatan, melainkan demonstrasi dengan issue elite, dimana perebutan Ketua DPRD Kabupaten Lebak.
Ada 2 (dua) nama yang muncul nama Ibu Dr. Juwita & Junaedi Ibnu Jarta.
GMNI menilai bahwa dari awal sangat tidak elok maraknya aksi demontrasi.
Karena itu merupakan wilayah atau dapur Partai Politik.
GMNI menyayangkan aksi demontrasi di DPRD memakan korban, gerakan demonstrasi yang tidak berbicara persoalan kerakyatan malah membuat nyawa seseorang meninggal.
Sebringas itu kah elite dalam merebut kekuasaan harus mengorbankan nyawa seorang ayah bernama Yadi Suryadi.
Jika persoalan penegakan hukum tidak terjadi,tidak menutup kemungkinan ini menjadi ajang konsolidasi gerakan mahasiswa dan civil society.
Di tengah ketidakpercayaan publik kepada elit politik, kepada institusi Polri; ujar Wildan Ketua GMNI FISIP USBR
Senada dengan kawan kawan GMNI, Ketua Umum IMALA Ridwanul Maknunah menyampaikan, jika dalam 7 hari tidak ada kejelasan tentang penegakan hukum,maka tidak menutup kemungkinan aksi demontrasi di Polres Lebak akan di lakukan. (sg)



