TANGERANG SELATAN,PARLEMENBANTEN.COM– Ketua DPD Partai NasDem Kota Tangerang Selatan, An Daryono Wiyono, menekankan pentingnya adopsi metode kreatif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat modern.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Living World Alam Sutera, Serpong Utara, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai NasDem, Lestari Moerdijat, ini tampil berbeda dengan menggabungkan materi kebangsaan dan sesi Nonton Bareng (Nobar) film edukasi berjudul “Teman Tegar Maira”.

Dalam sambutannya, An Daryono mengajak 150 peserta yang hadir—terdiri dari kader partai, pengurus DPC, hingga masyarakat umum—untuk tidak sekadar menonton, tetapi meresapi pesan moral yang terkandung dalam visualisasi film tersebut.
“Saya menghimbau kepada seluruh peserta agar benar-benar memahami makna dari Sosialisasi 4 Pilar ini. Jadikan penayangan film ini sebagai inspirasi nyata untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari,” ujar An Daryono di hadapan peserta.

Lebih lanjut, An Daryono memberikan apresiasi khusus kepada Lestari Moerdijat (DPR RI Dapil Jateng II) yang telah memilih Kota Tangerang Selatan sebagai lokasi kegiatan lintas dapil ini.
Menurutnya, kolaborasi antarwilayah ini menunjukkan soliditas Partai NasDem dalam mengawal ideologi bangsa.
“Terima kasih kepada Ibu Lestari Moerdijat atas perhatiannya bagi warga Tangsel. Melalui film, pesan kebangsaan menjadi lebih mudah diterima dan direnungkan, terutama oleh generasi muda kita,” tambahnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPD Partai NasDem Tangsel, Harpa Hasigopan Siagian. Turut hadir pula jajaran pengurus KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dari DPC NasDem se-Kota Tangerang Selatan.
Metode Nobar ini merupakan bagian dari strategi kreatif MPR RI untuk mendekatkan nilai-nilai luhur bangsa melalui pendekatan budaya dan diskusi interaktif, sehingga tidak lagi terasa kaku dan lebih menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat luas. (red)



