SERANGKOTA.GO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang memprioritaskan pekerjaan peningkatan jalan melalui hotmix di wilayah Kecamatan Curug dan Kecamatan Walantaka pada Semester II Tahun Anggaran 2026.
Prioritas tersebut ditetapkan setelah sebagian besar pekerjaan infrastruktur jalan pada APBD murni Tahun 2026 difokuskan di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Taktakan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Serang, Muhammad Asdar, mengatakan pelaksanaan pekerjaan pada semester kedua masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2026. Meski demikian, Curug dan Walantaka telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas berdasarkan kondisi ruas jalan yang memerlukan penanganan lebih cepat.
“Kita lebih fokus ke Curug dan Walantaka pada anggaran perubahan. Karena kemarin daerah Kasemen dan Taktakan sudah banyak teranggarkan melalui APBD murni,” ujar Asdar.
Ia menambahkan, Kecamatan Taktakan juga memperoleh dukungan pembangunan dari program bantuan lain sehingga pemerintah daerah kini mengalihkan fokus penanganan ke wilayah yang dinilai lebih membutuhkan.
“Apalagi Taktakan juga mendapat bantuan. Jadi sekarang kita fokus dulu ke Curug dan Walantaka karena melihat kondisi jalannya yang memang perlu penanganan secepatnya,” katanya.
Asdar mengungkapkan, DPUPR Kota Serang mengusulkan sekitar 40 hingga 50 titik pekerjaan jalan pada APBD Perubahan 2026. Namun, jumlah pekerjaan yang akan direalisasikan nantinya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Untuk hotmix ada sekitar 40 sampai 50 titik yang diusulkan. Nanti pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi jalan dan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Menurutnya, tidak seluruh ruas jalan akan ditangani menggunakan metode hotmix. Pemilihan jenis konstruksi akan didasarkan pada hasil kajian teknis, terutama dengan mempertimbangkan beban lalu lintas kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
“Kalau jalan itu sering dilalui kendaraan bertonase berat, nanti penanganannya menggunakan beton. Tetapi kalau kendaraan yang melintas bukan kendaraan berat, maka cukup dilakukan hotmix,” ujarnya.
Pada Semester I Tahun 2026, DPUPR Kota Serang telah menyelesaikan pekerjaan hotmix melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) di lima lokasi yang tersebar di Kecamatan Curug, Walantaka, dan Taktakan.
“Panjang setiap lokasi rata-rata sekitar 190 sampai 200 meter. Total pekerjaan hotmix pada semester pertama sekitar satu kilometer,” kata Asdar.
DPUPR Kota Serang berharap APBD Perubahan Tahun 2026 segera disahkan sehingga pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah prioritas dapat segera direalisasikan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di KecamatanCurug dan Walantaka. (bin)



