TANGERANG SELATAN,PARLEMENBANTEN.COM– Himpunan Mahasiswa Banten Jakarta (HMB Jakarta) memberikan pernyataan sikap terkait hasil seleksi 3 besar calon Kadispora Tangerang Selatan.
Berdasarkan pengumuman Pansel, terdapat persaingan nilai yang sangat tipis, yakni hanya 0,80 poin , antara peringkat pertama dan kedua.
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga HMB Jakarta, Arizal , menegaskan, Walikota memiliki kewenangan konstitusi untuk memilih tokoh yang paling layak dari tiga besar tersebut, dan tidak wajib melantik nomor urut satu jika ada pertimbangan kompetensi yang lebih mendesak.
Arizal menyoroti bahwa dalam proses seleksi ini, publik telah melakukan pengujian mandiri melalui forum uji publik yang digelar KNPI.
Dalam forum tersebut, hanya Ucok AH Siagian dan Budi Mulia yang berani hadir dan menandatangani Pakta Integritas di depan mahasiswa dan pemuda.
“Nilai di atas kertas bisa saja beda tipis, hanya 0,80 poin. Tapi nilai keberanian dan komitmen di depan publik tidak bisa dibohongi. HMB Jakarta melihat Ucok AH Siagian memiliki legitimasi moral yang lebih kuat karena ia berani mengikat janji dengan pemuda, sementara kandidat lain bahkan absen saat diuji kapasitasnya,” tegas Arizal.
HMB Jakarta mengingatkan Walikota bahwa Dispora Tangsel membutuhkan pemimpin yang tidak lagi dalam tahap belajar (trial and error).
Dengan latar belakang sebagai mantan Kasi Sapras dan Kabid Peningkatan Prestasi, Ucok AH Siagian dinilai memiliki “memori otot” birokrasi yang paling siap untuk melakukan reformasi total.
“Kita membutuhkan Kadispora yang paham masalah teknis sarana olahraga dan pemberdayaan pemuda secara mendalam. Jika selisih nilai sangat tipis, maka faktor pengalaman lapangan dan dukungan riil dari organisasi pemuda harus menjadi pertimbangan utama Walikota dalam mengambil keputusan,” lanjut Arizal.
HMB Jakarta secara terbuka meminta Walikota untuk tidak menutup mata terhadap aspirasi organisasi mahasiswa.
Pelantikan Kadispora adalah momentum untuk membuktikan bahwa Pemkot Tangsel mendengar suara pemuda.
“Jangan biarkan Dispora dipimpin oleh sosok yang takut berdialog dengan publik. Kami berdiri bersama kandidat yang sudah menunjukkan komitmen tertulisnya. Kami berharap Walikota melantik sosok yang sudah teruji komitmennya di depan kami, bukan yang hanya menang tipis secara administratif tapi asing bagi gerakan pemuda,” tutup Arizal. (sg)



