TANGERANG,PARLEMENBANTEN.COM– Jajaran Polsek Jatiuwung di bawah komando Kapolres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar aksi brutal kelompok geng motor yang meresahkan warga di Jalan Dipati Unus. Sebanyak 13 pelaku diamankan beserta berbagai senjata tajam setelah melakukan penganiayaan terhadap seorang pemuda.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat korban bersama rekan-rekannya sedang dalam perjalanan pulang setelah berkumpul hingga dini hari. Saat melintas di lokasi kejadian, rombongan korban dipepet oleh sekelompok orang tak dikenal.
“Para pelaku meminta korban dan rekan-rekannya turun dari kendaraan. Setelah itu korban langsung menjadi sasaran kekerasan hingga mengalami luka sobek di bagian kepala akibat senjata tajam,” ungkap Kompol Rabiin saat memberikan keterangan.
Merespons laporan tersebut, Kompol Rabiin langsung menginstruksikan Unit Reskrim Polsek Jatiuwung untuk bergerak cepat. Melalui penyelidikan intensif, pemeriksaan saksi-saksi, serta analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi, petugas berhasil melacak keberadaan kelompok tersebut.
Hasilnya, 13 orang berhasil diamankan. Selain para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa berbagai jenis senjata tajam (sajam), pakaian pelaku, telepon genggam yang digunakan untuk koordinasi, serta hasil visum korban. Diketahui bahwa kelompok ini terafiliasi dengan akun media sosial tertentu yang digunakan sebagai wadah komunikasi dan mobilisasi anggota.
“Beberapa pelaku memiliki peran spesifik, mulai dari eksekutor pembacokan, pembawa sajam, joki, hingga administrator akun media sosial kelompok mereka. Saat ini, satu pelaku lainnya masih berstatus DPO dan tengah kami kejar,” tambah Kompol Rabiin.
Menanggapi keberhasilan jajarannya, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk premanisme dan kekerasan jalanan di wilayah hukum Tangerang Kota.
“Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi aksi kekerasan jalanan maupun kelompok geng motor yang meresahkan masyarakat. Kami akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan, terlebih yang melibatkan senjata tajam dan menyasar anak-anak maupun pelajar,” tegas Kombes Pol Jauhari.
Lebih lanjut, Kapolres memberikan peringatan keras bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan patroli skala besar dan tindakan preventif lainnya. “Tidak ada toleransi bagi pelaku kriminalitas jalanan. Kami pastikan proses hukum berjalan maksimal untuk memberikan efek jera,” pungkasnya.
Kapolres juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam pergaulan kelompok-kelompok yang mengarah pada tindakan kriminalitas. (system)



