YOGYAKARTA ,PARLEMENBANTEN.COM– Pemerintah Kota Tangerang terus memantapkan langkah dalam memperkuat identitas dan daya saing daerah di tengah persaingan antarwilayah yang semakin kompetitif.
Salah satunya melalui penguatan city branding yang mampu menampilkan karakter, potensi, dan keunggulan khas Kota Tangerang secara lebih kuat dan terintegrasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, dengan menghadiri agenda Inventure FGD: Rancang Bangun Arsitektur Program Pelatihan Region Branding For Prosperity yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (23/05/2026).
Workshop yang berlangsung pada 22–23 Mei 2026 tersebut diikuti oleh para kepala daerah dan jajaran strategis dari berbagai wilayah di Indonesia.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran intensif untuk memperkuat strategi branding wilayah agar mampu menarik investor, wisatawan, pelaku usaha, hingga talenta kreatif guna percepatan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, menghadirkan narasumber ahli Dr. Titik Lestari, M.Pd., yang memaparkan materi bertajuk “Strategi Kepemimpinan dalam Mengonstruksi Reputasi Wilayah Menuju Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.
Ia menekankan pentingnya peran pemimpin sebagai arsitek utama dalam membangun reputasi wilayah yang solid.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menilai bahwa city branding merupakan langkah strategis agar Kota Tangerang tidak hanya tumbuh sebagai kota industri dan jasa, tetapi juga memiliki identitas kota yang kuat, modern, dan berkarakter.
“Banyak perspektif dan inspirasi baru yang kami dapat dari para pakar, termasuk mengenai konstruksi reputasi wilayah. Ini menjadi bekal penting untuk semakin memperkuat karakter dan positioning Kota Tangerang agar lebih dikenal dan memiliki daya tarik yang kuat,” ujar Maryono.
Menurutnya, Kota Tangerang memiliki segudang potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan branding, mulai dari keberagaman budaya, geliat ekonomi kreatif, hingga ikon kawasan seperti Sungai Cisadane yang telah menjadi identitas kota.
“Kita ingin semua potensi itu dikemas lebih terarah dan terintegrasi. Karena city branding bukan hanya soal slogan, tetapi bagaimana membangun kebanggaan masyarakat sekaligus menciptakan magnet bagi investasi,” tegasnya.
Maryono berharap, hasil dari FGD dan rancang bangun arsitektur program ini dapat segera diimplementasikan di Kota Tangerang.
Dengan strategi kepemimpinan yang tepat dalam mengelola reputasi, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terakselerasi secara signifikan demi kesejahteraan masyarakat. (system)



