TANGERANG SELATAN,PARLEMENBANTEN.COM– Penulis dan aktivis akal sehat, Andi Salim, kembali memicu diskusi publik melalui refleksi tajamnya mengenai peta politik nasional. Di tengah situasi yang ia sebut sebagai “kebuntuan figur” menuju Pilpres 2029, Andi Salim justru melihat potensi besar pada sosok Nadiem Anwar Makarim yang saat ini tengah menghadapi proses hukum.
Dalam tulisannya tertanggal 15 Mei 2026, Andi Salim menekankan bahwa dalam politik, hal yang dianggap impossible (mustahil) seringkali menjadi possible (mungkin). Ia menarik paralel sejarah dengan tokoh dunia Nelson Mandela, yang bertransformasi dari seorang “pesakitan” menjadi pemimpin nomor satu.
“Meski kepastian masih memerlukan jalan, setiap kata akan menyaksikan bahwa celah itu memang ada, siap menerima pesakitan sebagai pemenangnya,” tulis Andi Salim dengan nada optimis.
Pandangan ini merupakan kelanjutan dari analisis Andi sebelumnya berjudul “Kali Ini Hukum Kelewat Batas Pada Persidangan Nadiem Yang Terungkap”. Andi Salim menyoroti fenomena “bungkamnya” para elit partai saat menghadapi carut-marut sistem hukum yang ia nilai sudah sangat parah.
Ia mengkritik tajam para politisi yang terjebak dalam kebingungan analitis tanpa konklusi, sementara publik disuguhi tuntutan hukum yang kental nuansa sentimental. Menurut Andi, ketidakmampuan elit untuk membenahi negeri dari simpul yang tepat membuat masyarakat mendambakan sosok yang berani bergelut langsung dengan kerusakan sistem tersebut.
Andi Salim membedah secara mendalam mengapa Nadiem layak diperhitungkan. Dengan latar belakang pendidikan dari Brown University dan Harvard Business School, serta keberhasilannya membangun Gojek sebagai unicorn Asia Tenggara, Nadiem dinilai memiliki pendekatan problem solving yang konkret.
“Kapasitas intelektual Nadiem melampaui standar yang dibutuhkan pemimpin negeri,” tegas Andi. Ia menambahkan bahwa di usia 42 tahun pada 2026, Nadiem merepresentasikan generasi muda yang melek teknologi—kelompok yang mencakup lebih dari 50% penduduk Indonesia saat ini.
Hal menarik lainnya yang diangkat Andi Salim adalah silsilah keluarga Nadiem yang kental dengan semangat perjuangan nasional. Sebagai sosok berdarah Padang, Nadiem dianggap membawa semangat tokoh-tokoh Minangkabau seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang berpotensi mendobrak pola kepemimpinan Jawa-sentris.
Andi juga merinci rekam jejak keluarga Nadiem—dari ayahnya, Nono Anwar Makarim, hingga kakeknya, Hamid Algadri (pejuang kemerdekaan)—sebagai bukti bahwa pengabdian Nadiem bukanlah sebuah kebetulan, melainkan warisan jalur panjang keluarga bagi bangsa. (system)



