JAKARTA,PARLEMENBANTEN.COM– Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) resmi menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII.
Dalam seremoni penutupan tersebut, sebanyak 84 peserta dinyatakan lulus, di mana sosok Imanuel Cahyadi mencuri perhatian sebagai lulusan termuda dalam angkatan ini.
Imanuel Cahyadi, yang merupakan mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan intensif bersama puluhan peserta lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang senior, mulai dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
Pendidikan P3N merupakan program strategis Lemhannas RI yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional.
Selama masa pendidikan, Imanuel dan 83 rekan sejawatnya dibekali pemahaman mendalam mengenai geopolitik, geostrategi, ketahanan nasional, serta kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Selain menerima materi dari para pakar, para peserta juga dituntut menyelesaikan tugas akademik berat, termasuk penyusunan Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang berfokus pada kajian kebijakan dan solusi atas isu-isu pembangunan nasional.
Dalam acara penutupan yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026), Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menyampaikan pesan kuat kepada para alumni. Ia menegaskan bahwa lulusan P3N Angkatan XXVII harus menjadi motor penggerak bangsa.
“Para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan yang kuat, serta kapasitas intelektual untuk menjawab tantangan zaman,” ujar TB Ace Hasan Syadzily.
Keberhasilan Imanuel Cahyadi sebagai lulusan termuda menjadi representasi munculnya tunas pemimpin muda di level nasional yang siap berkontribusi bagi ketahanan bangsa melalui perspektif kepemimpinan strategis yang telah ditempa di Lemhannas RI. (system)



