TANGERANG SELATAN, PARLEMENBANTEN.COM – Arus perubahan di tubuh PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan mulai menunjukkan taringnya.
Di tengah tuntutan zaman yang kian dinamis, muncul dua sosok kader muda yang membawa semangat nasionalisme progresif untuk menakhodai struktur partai di tingkat akar rumput.
Adalah Muhammad Farhansyah, S.I.P. dan Ryan Erlangga, S.E.Sy., dua fungsionaris yang namanya kian menguat untuk memimpin Pengurus Anak Cabang (PAC) di wilayah masing-masing.
Keduanya bukan sekadar figur formalitas, melainkan kader yang telah ditempa keras di “Kawah Chandradimuka” Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Intelektualitas dan Akar Rumput,
Muhammad Farhansyah, alumnus GMNI Malang, Jawa Timur, diproyeksikan sebagai calon kuat Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciputat.
Sebagai calon Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan periode 2024-2029, Farhansyah membawa dialektika pemikiran Malang yang kritis ke bumi Tangerang Selatan.
Ia diyakini mampu mentransformasikan nilai-nilai ideologis ke dalam kebijakan yang konkret bagi rakyat.

Sementara itu, Ryan Erlangga, alumnus GMNI Tangerang, Banten, muncul sebagai harapan baru untuk memimpin PAC PDI Perjuangan Kecamatan Serpong Utara.
Ryan, yang juga merupakan calon Anggota DPRD Tangerang Selatan 2024-2029, dikenal sebagai sosok yang memahami geopolitik lokal dan memiliki kemampuan mengorganisir massa dengan pendekatan sosiologis yang matang.
Pemimpin yang Membasis dan Membaja,
PDI Perjuangan saat ini tidak hanya butuh sekadar administrator, melainkan pemimpin yang berintelektual dan membasis.

Farhansyah dan Ryan Erlangga adalah jawaban atas kebutuhan akan kepemimpinan yang bervisi besar namun tetap teguh memegang mandat penderitaan rakyat.
“Partai membutuhkan tenaga baru yang memiliki kedisiplinan teori dan praktik. Alumni GMNI memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga nafas Marhaenisme. Farhansyah dan Ryan adalah personifikasi dari kader yang siap bertarung secara gagasan dan lapangan,” ujar salah satu simpatisan partai di Tangerang Selatan.
Langkah kedua kader ini bukan sekadar mengejar jabatan struktural, melainkan upaya revolusioner untuk memperkuat barisan banteng di Tangerang Selatan.
Dengan semangat Spirit of GMNI, mereka siap memastikan PDI Perjuangan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat marhaen di Ciputat dan Serpong Utara.
Dalam sebuah kesempatan, Muhammad Farhansyah, S.I.P. menegaskan bahwa kepemimpinan PAC bukan sekadar urusan administratif, melainkan pos komando perjuangan.
“PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum Marhaen. Di Ciputat, kami tidak hanya ingin menang secara angka, tapi menang secara ideologis. Kader harus menjadi obor bagi rakyat yang kegelapan.
Sebagai alumni GMNI, tugas kami adalah memastikan bahwa setiap deru nafas partai adalah ejawantah dari cita-cita Bung Karno. Kita harus berdikari secara politik dan kuat secara basis!” tegas Farhansyah dengan penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Ryan Erlangga, S.E.Sy. menekankan pentingnya sinergi antara intelektualitas dan gerakan lapangan di wilayah Serpong Utara.
“Zaman menuntut kita untuk adaptif tanpa kehilangan prinsip. Struktur PAC di Serpong Utara harus diisi oleh mereka yang mau turun ke selokan-selokan rakyat, bukan sekadar duduk di balik meja.
Kami ditempa di GMNI untuk menjadi kader bangsa yang progresif-revolusioner. Kursi di DPRD nanti hanyalah alat, namun PAC adalah jantung pengorganisiran massa yang harus tetap berdenyut demi keadilan sosial,” ujar Ryan Erlangga.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten dan DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bagi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Tangerang Selatan pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Hingga saat ini, pengumuman resmi mengenai daftar nama lengkap hasil fit and proper test calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk periode 2025–2030 belum dipublikasikan secara terbuka kepada publik. (sg)



