Jakarta (parlemenbanten.com)-Kepemimpinan Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dr.Jerry Sambuaga dinilai kader AMPI sangat lemah, Pengurus DPP AMPI mendorong Musyawarah Nasional (Munas) AMPI dipercepat.
Hal ini diketahui dalam Surat Terbuka Untuk Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga yang beredar dikalangan aktivis kepemudaan dalam Grup WhatsApp Pengurus DPP KNPI yang dishare oleh “SR” salah satu Pengurus DPP AMPI.
Berikut isi lengkap Surat Terbuka yang ditujukan untuk Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga :
Kepada sahabatku Jerry Sambuaga, Ketua Umum AMPI. Saat ini AMPI yang kita cintai bersama kondisinya sedang merana dan membara dalam sekam. Kita sedih melihat apa yang terjadi pada AMPI saat ini.
AMPI yang kita banggakan mati kaderisasinya. Karsinal sebagai lambang pintu masuk kaderisasi AMPI sampai saat ini tidak terlaksana, padahal sudah 3 tahun periode kepemimpinanmu. Engkau malah sibuk kesana kemari, keluar negeri, kampanye pilpres dan segala macam pencitraan kau kejar untuk kepentingan pribadi semata tapi proses kaderisasi tidak kau jalankan.
Alhasil pengurus kebingungan apa dasarnya orang boleh ber AMPI. Teman ketum jadi AMPI, kenalan sekjen jadi AMPI, anak senior jd AMPI, kulit bening enak dipandang jadi AMPI, preman jaga acara kau jadikan AMPI. Hancur2 sudah proses kaderisasi di kita. Kalau DPP saja tidak punya dasar apalagi pengurus provinsi dan kota.
Konsolidasi organisasi pun berantakan. Sampai saat ini hanya 12 musda dari 38 provinsi. Itupun banyak yang tertunda SK nya. Karena tekanan DPP yang haus akan entertain dan pengakuan untuk dilayani bukan mengayomi. Cerita ini pun berlanjut hingga ke luar negeri dimana suara suara sumbang kehadiran Ketum disana lebih banyak membawa info negatif daripada hasil yang dibanggakan.
Kepemimpinan Ketum pun sangat lemah. Kader bukannya diayomi dan diurus malah di eksploitasi dan pimpinan minta di urus segala tetek bengek urusan pribadi. Kader perempuan yang punya harapan untuk bisa berproses malah merasa tidak aman dan nyaman karena malah merasa di eksploitasi. Saya tidak perlu sebut secara detail tapi bahasa yang tepat adalah Ketum sosok pemimpin yang suka mengencingi kandang sendiri untuk kepentingan hasrat personal.
Saya kasihan melihat kondisi dan perilaku Ketum dan lebih tidak tega lagi melihat kader perempuan kita yang hilang harapan dan kepercayaan terhadap pemimpinnya. Belum lagi kader muda yang berbeda pendapat harus mendapat intimidasi dari jajaran pengurus teras ketum. Jujur saya malu melihat sosok wakil menteri kok malah mengintimidasi junior yang jauh dibawah umurnya. Puncaknya pada pleno IV kemarin ketum di berikan mosi tidak percaya atas kepemimpinannya di sidang pleno karena malah berpihak kepada sekjennya yang telah terang terangan melakukan abuse of power. Pleno pun terpecah pengurus pun belah. Legitimasi ketum sebagai pemimpin telah rusak.
Paling terakhir tata kelola organisasi hancur berantakan karena pegelolaan yang ugal ugalan. Pengurus tiba-tiba dikagetkan adanya SK perubahan komposisi baru yang hanya ditandatangani oleh Ketum tanpa sekjen PLT. Pengurus yang melawan di pleno hilang dari SK, yang dilantik pengurus AMPG hilang, kader perempuan yang angkat bicara soal eksploitasi perempuan hilang, waketum dan tokoh yang berprestasi serta aktif hilang dan paling akhir sekjen PLT yang selama ini dianggap sebagai sosok pemersatu karena diterima semua pihak dan aktif mensupport baik tenaga dan finansial untuk kegiatan AMPI juga diganti.
Semua proses AD/ART dan PO ketum tabrak demi ambisi untuk menghilangkan kader yang ketum anggap sebagai pemberontak.Sayang sekali kalau keprihatinan dan kepedulian kita terhadap AMPI dianggap sebagai perlawanan oleh Ketum. Padahal kita ini sahabat ketum lama jauh sebelum jadi Ketum AMPI. Berkali – kali ketum kita kawal dan kita lindungi dari kelakuan personal ketum. Tapi saat ini kepercayaan itu sudah hilang. Ketum bukanlah sosok yang bisa berkawan karena semua kawan ketum perlahan meninggalkan ketum. Semua yang dekat hilang satu persatu karena semua bisa ketum korbankan untuk ambisi pribadi.
Maka dalam surat terbuka ini saya menganjurkan kepada Ketum untuk baiknya bisa sadar diri mengundurkan diri dari Ketum AMPI. Percuma saja ketum bertemu elit kekiri dan kekanan.Ketum mau putar balikan fakta seperti apapun tidak akan bisa karena suara sumbang sudah terlalu banyak, saksi bermunculan dimana mana. Pada akhirnya pengurus tidak akan mau dipimpin oleh sosok seperti Ketum.
Kasihan Ketum Bahlil yang ketum jual kemana2 sehingga terklaim mendukung perbuatan ugal ugalan ketum di AMPI. Masih banyak urusan negara yang harus beliau prioritaskan dibanding harus pusing mengurusi kenakalan ketum di AMPI. Ini saran saya sebagai sahabat. Daripada mengorbankan AMPI, para pengurus dan kader hanya untuk mempertahankan ego personal Ketum. Baiknya ketum mundur saja.
Mari kita akhiri saja kepengurusan ini. Kita bikin munas dipercepat. Itu akan baik bagi semuanya. Marwah ketum tetap terjaga, pengurus bisa mengakhiri periode dengan baik, kader yang berhasrat ingin mengambill kepemimpinan bisa berkontestasi secara positif dan fair dan yang paling utama proses kaderisasi di AMPI bisa berjalan lagi. Kita serahkan AMPI ini kepada kawan kawan yang lebih muda. Ini saran untuk kepentingan bersama dan kepentingan organisasi.
Pengurus DPP AMPI
(*)


