KABUPATEN TANGERANG – Nisaa Diniyati Alumni GMNI Kabupaten Tangerang menyatakan menyesalkan atas statement DPC GMNI Kabupaten Tangerang.
Dalam pernyataannya yang diterima awak media parlemenbanten.com ,Alumni GMNI Banten yang tinggal di Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa GMNI merupakan organisasi besar yang fusi dari beberapa Organisasasi Kemahasiswaan Marhaenis Tahun 1954 yang melebur menjadi GMNI (Gerakan Mahasiswa nasional Indonesia)yang terdiri dari GMDI (Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia) di Jakarta,GMM (Gerakan Mahasiswa Marhaenis) di Jogjakarta,dan GMM (Gerakan Mahasiswa Merdeka) di Surabaya
Atas dasar itu sebelum dan sesudah peleburan organisasi, GMNI konsisten Independen, Patriot Proklamasi, Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang, 32 tahun lebih GMNI menjadi korban De-Soekarnoisasi semasa Orde Baru berkuasa, tetap konsisten Independen dari awal berdiri ; ungkapnya.
Jelas GMNI konsisten independen, menyesalkan pernyataan DPC GMNI Kabupaten Tangerang yang langsung frontal menyerang kampanye salah satu Paslon di Pilkada Kabupaten Tangerang 2024 ; jelasnya
Kalau ingin memberi masukan dan usulan bisa langsung ke Tim Sukses Paslon seluruhnya bergiliran tidak perlu gaya koboi meredusir GMNI seolah organisasi partisan. Kader-kader Komisariat jangan mau diperbodoh oleh DPC nya, terkesan menjadi pendukung salah satu paslon, dengan kata lain jangan sampai GMNI ditunggangi oleh kepentingan oknum GMNI maupun bohirnya patut diduga (ada) ; tegasnya
Sikap ketidakindependenan ini sangat merugikan kiprah aktivis GMNI.Secara individual Alumni dan Aktivitas GMNI bebas memberikan pilihan kepada setiap paslon peserta Pilkada, bukan secara institusi ; imbuhnya.
Percaya bahwa Marhaenis akan tetap memberikan suara terhadap Paslon terbaik (wajib) didukung, kaum Marhaenis akan lebih mendukung Mad Romli – Irvansyah, jadi efek lebih jauhnya atas peristiwa DPC GMNI yang bersikap tidak independen ini akan lebih mendorong Marhaenis lebih realistis dengan memberikan dukungan kepada Paslon Mad Romli – Irvansyah.; tutupnya.(sisgin)



