BALARAJA,PARLEMENBANTEN.COM–BKKBN Provinsi Banten menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fokus utama pengawalan ini menyasar kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD di seluruh wilayah Banten.
Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Yuda Ganda Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan sebanyak 24.420 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Puluhan ribu petugas ini tersebar di seluruh pelosok desa untuk memastikan bantuan gizi tersampaikan dengan tepat dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak.
“Kami memiliki 24.420 pendamping keluarga yang siap mengawal program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi ibu hamil, menyusui, dan balita yang belum masuk PAUD,” ujar Yuda di sela-sela peninjauan pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis di Kantor Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (25/5/2026).
Yuda menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).
Saat ini, Provinsi Banten mencatatkan rapor hijau pada berbagai indikator kependudukan.
Angka Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) di Banten kini menyentuh 63,6 persen. Selain itu, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) berada di level 1,98, dengan Indeks Pembangunan Keluarga mencapai 64,8 poin (kategori sangat baik).
Berkat sinergi kuat dengan Pemprov Banten, daerah ini bahkan menyabet penghargaan Terbaik I Nasional Tahun 2025 untuk pelayanan KB Pasca-Persalinan.
Dalam kegiatan tersebut, Tinawati Andra Soni bersama jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten turut meninjau langsung pelayanan KB implan gratis yang diinisiasi oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Banten.
Sebanyak 50 ibu di Kecamatan Balaraja mengikuti pemasangan KB implan secara cuma-cuma.
Salah satu peserta, Yanti Arianti, warga Kampung Caliu, Desa Talagasari, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Sangat membantu sekali bagi kami. Harapannya kegiatan seperti ini bisa diperluas dan lebih sering dilakukan karena warga sangat antusias,” tutur Yanti.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dalam menjaga kesehatan reproduksi sekaligus memastikan kecukupan gizi keluarga demi mewujudkan generasi Banten yang bebas stunting. (system)



