JAKARTA,PARLEMENBANTEN.COM– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak dan peraih penghargaan yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional.
Menurutnya, kiprah, inisiatif, serta kreativitas para pegiat pendidikan sangat membantu pemerintah secara bertahap dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kiprah dan inisiatif serta kreativitas bapak/ibu sekalian. Secara bertahap mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Banyak yang sudah kita capai, tapi masih banyak lagi yang harus kita laksanakan bersama-sama,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan.
Hal tersebut disampaikan dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.
Pada malam puncak yang dihelat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Jakarta, Senin (25/5/2026), sebanyak 97 penghargaan dalam berbagai kategori diserahkan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Salah satu daerah yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan adalah Provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi Banten meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berkomitmen Dalam Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Tidak hanya itu, raihan prestasi juga datang dari tenaga pendidik. Sri Ngatun, guru SMKN 1 Kragilan, Kabupaten Serang, dianugerahi Juara I Guru Pendamping Berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti.
Gubernur Banten, Andra Soni, hadir langsung menerima penghargaan dan menyampaikan rasa syukurnya usai mengikuti kegiatan di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta.
“Alhamdulillah Provinsi Banten mendapatkan anugerah apresiasi penerapan budaya sekolah aman dan nyaman,” ungkap Andra Soni.
“Apresiasi ini semakin memacu komitmen dunia pendidikan Provinsi Banten, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Banten, untuk menjalankan program-program prioritas,” tambahnya.
Andra Soni mengakui bahwa penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak bisa berjalan sendiri dan melibatkan banyak pihak.
Dalam penerapannya, Pemprov Banten terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait.
“Bersama membentuk lingkungan belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga melindungi dan memanusiakan anak-anak didik kita,” pungkas Andra Soni. (system)



