SERANG,PARLEMENBANTEN.COM– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS., mengonfirmasi temuan satu kasus Hantavirus yang sempat terdeteksi di wilayah Provinsi Banten.
Meski demikian, Dr. Ati menegaskan bahwa pasien tersebut kini telah dinyatakan sembuh total setelah menjalani penanganan medis sesuai prosedur.
Kepada jurnalis parlemenbanten.com pada Selasa (12/05/2026), Dr. Ati menjelaskan bahwa kasus pertama ini ditemukan pada November 2025.
Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan tidak adanya kontak erat yang ikut terinfeksi hingga saat ini.
“Kasus ini termasuk tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Risiko penularan antarmanusia sangat rendah. Pasien sudah ditangani sesuai prosedur hingga sembuh, dan tidak ada penyebaran lebih lanjut pada kontak erat,” ujar Dr. Ati.
Kadinkes menjelaskan bahwa gejala yang dialami pasien meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, lemas, mual, muntah, hingga munculnya warna kuning pada kulit. Ia mengingatkan bahwa faktor risiko utama adalah kontak langsung dengan tikus sebagai reservoir (pembawa) virus.
Guna mengantisipasi penyebaran lebih luas, Dr. Ati Pramudji Hastuti telah menginstruksikan lima langkah kebijakan strategis:
1. Pengetatan Pintu Masuk: Meningkatkan pengawasan di BBKK Soekarno-Hatta dan BKK Kelas 1 Banten.
2. Kewaspadaan Fasyankes: Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diinstruksikan siaga terhadap suspek Hantavirus.
3.Penguatan RS Sentinel: Optimalisasi RSUD Kabupaten Tangerang sebagai rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging di Banten.
4.Penyelidikan Epidemiologi: Melakukan pemantauan ketat dan pengendalian faktor risiko di lokasi temuan kasus.
5.Edukasi Masyarakat: Mengajak warga aktif mencegah tikus masuk ke rumah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dr. Ati meminta masyarakat tidak panik namun tetap proaktif dalam pencegahan.
Warga diimbau menghindari kontak dengan tikus beserta kotorannya, menjaga kebersihan tempat tinggal dan kerja, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
“Segera datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada Hantavirus agar mendapatkan penanganan cepat,” pungkasnya. (system)



