SERANG ,(parlemenbanten.com)– Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, meminta jajarannya untuk gencar membuat inovasi dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi di tengah keterbatasan anggaran, tahun ini APBD Kota Serang terkoreksi sebesar Rp187 Miliar.
Menurut Agis, inovasi itu penting dilakukan agar seluruh belanja prioritas daerah bisa tercapai dengan baik. Oleh karenanya, semua OPD harus berperan aktif dalam peningkatan pendapatan.
“Baik melalui optimalisasi retribusi maupun pendapatan lainnya yang sah,” kata Agis, Minggu (1/2/2026).
Dikatakan Agis, koreksi APBD sebesar itu akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Namun pembangunan harus terus berjalan. Justru di sinilah kreativitas dan inovasi birokrasi diuji.
Agis juga mengajak kepada perangkat daerah untuk progresif dalam menyusun program pembangunan, termasuk berani melakukan terobosan melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, terdapat berbagai sumber pendanaan non-APBD yang telah menyatakan siap ikut bergabung pada pembangunan Kota Serang, seperti melalui Baznas serta program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Serang, termasuk dari Pemprov Banten, yang siap ikut membantu pendanaan pembangunan di Kota Serang.
“Sejumlah pihak telah menyatakan kesiapan untuk terlibat. Tinggal bagaimana merumuskan program yang tepat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong inovasi pendanaan, Pemkot Serang juga terus memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan warga. Seperti diketahui, saat ini, pemerintah daerah terus menyerap aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan.
Agis menegaskan, pembangunan ke depan harus lebih fokus, terukur, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti rutinitas perencanaan tahunan.
“Pembangunan harus tepat sasaran dan memberi manfaat nyata. Dengan perencanaan yang kuat dan pendanaan yang kreatif, Kota Serang terus bergerak maju meski ruang fiskal terbatas,” pungkasnya.
Untuk diketahui, APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2026 telah disepakati dengan pendapatan daerah diproyeksikan sekitar Rp1,495 Triliun – Rp1,487 Triliun dan belanja daerah mencapai Rp1,531 Triliun – Rp1,544 Triliun, menyebabkan defisit yang ditutup menggunakan SILPA.



