Kota Tangerang Selatan, (parlemenbanten.com) – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan GERTAK (Gerakan Serentak) Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode HPV DNA sebagai upaya mendukung Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim Tahun 2030. Program ini menjadi langkah strategis mengingat kanker leher rahim masih menduduki peringkat kedua sebagai jenis kanker paling banyak menyerang perempuan di Indonesia, serta menjadi penyebab kematian tertinggi akibat rendahnya angka deteksi dini sehingga banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut.
Pelaksanaan kegiatan GERTAK dimulai pada 8 November hingga 22 November 2025 di 35 Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Pemeriksaan ini diperuntukkan bagi perempuan usia 30–69 tahun yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, dan diberikan secara gratis.
Pada kegiatan Gebyar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode HPV DNA, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, memaparkan data yang menunjukkan tingginya jumlah kasus kanker leher rahim yang ditemukan pada stadium lanjut. Di Indonesia, dari 36.964 kasus baru, tercatat 20.708 kematian, yang menggambarkan pentingnya deteksi dini untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim. Ia mengajak seluruh perempuan usia 30–69 tahun untuk “menyayangi diri sendiri” dengan melakukan pemeriksaan dini di Puskesmas secara gratis.
Pemeriksaan HPV DNA merupakan metode deteksi dini terbaru yang lebih sensitif dan akurat. Pemeriksaan ini dilakukan bersama Co-testing IVA untuk mendeteksi keberadaan virus HPV—penyebab sekitar 90% kasus kanker leher rahim. Tes HPV DNA mampu mengidentifikasi HPV risiko tinggi (pemicu kanker) maupun risiko rendah (penyebab kutil kelamin), sementara IVA digunakan untuk melihat apakah terdapat lesi prakanker pada leher rahim.
Setelah satu pekan pelaksanaan, kegiatan deteksi dini ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dari target 11.616 peserta, sebanyak 5.914 perempuan usia 30–69 tahun telah mengikuti pemeriksaan. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian masyarakat Tangerang Selatan dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah kanker leher rahim.
(ADV)



