Jakarta (parlemenbanten.com)- Seleksi terbuka untuk posisi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2025 telah dibuka oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pendaftaran telah berlangsung pada bulan Oktober hingga November 2025.
Ketua KNKT diangkat oleh Presiden. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2022, Ketua, Wakil Ketua, dan anggota KNKT yang diangkat berdasarkan peraturan sebelumnya tetap melaksanakan tugasnya hingga diangkatnya pimpinan dan anggota baru berdasarkan Perpres 102/2022.
Merujuk pengumuman Nomor PG-PHB 6 Tahun 2025 Tentang Seleksi Terbka Jabatan Calon Ketua,Calon Wakil Ketua dan Calon Anggota KNKT Tahun 2025 ,salah satu nama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya adalah Marcellus Jayawibawa dengan Nomor Regitrasi E0934DF580. Marcellus Jayawibawa terdaftar sebagai Calon Ketua KNKT.
Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar. adalah seorang pengamat maritim terkemuka di Indonesia dan tokoh aktif dalam berbagai organisasi strategis. Ia dikenal karena keahliannya di bidang maritim dan kontribusinya dalam wacana kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kelautan dan energi di Indonesia.
Ia sering dikutip oleh media massa sebagai ahli dalam menganalisis isu-isu maritim nasional dan global, termasuk keamanan laut, logistik pelabuhan, dan kebijakan energi maritim.
Memegang gelar Doktor Honoris Causa (Dr. h.c.), Master Hukum (M.H.), Master Maritim (M.Mar.), dan Sarjana Sains Terapan (S.SiT.). Ia juga pernah meraih penghargaan sebagai wisudawan terbaik di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA JAYA).
Aktif dalam berbagai lembaga, termasuk:
- Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Centre (ISC): Sebagai salah satu pimpinan, ia berfokus pada kajian strategis untuk pemecahan masalah kebangsaan.
- Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
- Wakil Ketua III DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Jawa Barat.
- DPP KNPI
Menulis kolom opini di berbagai media, termasuk Kompas.com, di mana ia berbagi pandangannya tentang tantangan dan solusi di sektor maritim Indonesia.
- Mendesak pembentukan badan penjaga pantai (Coast Guard) yang kuat untuk mengamankan wilayah maritim Indonesia.
- Memberikan apresiasi terhadap upaya perusahaan seperti PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam memajukan industri maritim nasional dan menciptakan lapangan kerja.
- Menentang keras rencana pembuangan limbah radioaktif nuklir ke laut oleh negara lain, menekankan pentingnya kelestarian lingkungan maritim.



