Kota Tangerang (parlemenbanten.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten sedang melakukan pendataan terhadap objek cagar budaya, termasuk salah satunya Klenteng Boen San Bio. Klenteng ini, juga dikenal sebagai Vihara Nimmala, merupakan salah satu tempat ibadah tertua di Tangerang dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi.
Klenteng Boen San Bio didirikan pada tahun 1689, menjadikannya salah satu klenteng tertua di wilayah tersebut. Dengan arsitektur yang khas dan kaya akan ornamen tradisional Tionghoa, klenteng ini telah menjadi saksi bisu dari sejarah panjang komunitas Tionghoa di Kota Tangerang.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Boen San Bio juga sering menjadi lokasi berbagai upacara keagamaan dan perayaan budaya, seperti Imlek dan Cap Go Meh.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Banten Drs. Dendi Hamadani, M.Si menjelaskan, bahwa pendataan ini bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi fisik dan historis bangunan, serta berbagai aspek kebudayaan yang terkait. “Pendataan ini mencakup pencatatan detail tentang arsitektur, sejarah, fungsi sosial, serta tradisi dan ritus yang masih berlangsung di klenteng tersebut,” jelasnya.
Dendi mengatakan, pendataan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga situs-situs bersejarah. “Klenteng Boen San Bio bukan hanya milik komunitas tertentu, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan bersama,” ujarnya.
Proses pendataan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli sejarah, arkeolog, serta tokoh-tokoh masyarakat lokal. Mereka bekerja sama untuk memastikan bahwa semua informasi yang dikumpulkan akurat dan komprehensif.
“Selain itu, upaya ini juga menjadi langkah awal untuk mengusulkan Klenteng Boen San Bio sebagai cagar budaya yang diakui secara nasional, yang akan memberikan perlindungan dan perhatian lebih terhadap pelestariannya,” katanya.
Komunitas lokal dan pengunjung klenteng menyambut baik langkah ini. Banyak dari mereka berharap bahwa melalui pendataan dan pelestarian yang lebih terstruktur, Klenteng Boen San Bio akan tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang penting di masa mendatang.
Hasil pendataan ini diharapkan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah berencana untuk mempublikasikan temuan tersebut, serta mengadakan berbagai program edukatif untuk memperkenalkan sejarah dan budaya klenteng ini kepada masyarakat luas. “Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Kota Tangerang dan meningkatkan rasa kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya,” harap Dendi. (Advertorial)



