Tangerang Selatan,parlemenbanten.com – Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto, memberikan atensi serius terhadap penyelesaian masalah infrastruktur dan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat.
Dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers di Gedung DPRD Kota Tangsel, Setu, Kamis (29/10/2026), legislator muda asal Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Serpong-Setu ini mendesak pemerintah daerah bergerak cepat mengeksekusi program penanggulangan banjir dan krisis air bersih.
Agenda strategis bertema “Evaluasi Kinerja Triwulan 3 Tahun 2026” ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Tangsel Dr. H. Mustopa, M.A. dan Wakil Ketua II Wanto Sugito, S.Sos.I., M.Sos., serta dihadiri jajaran pimpinan komisi, Badan Kehormatan (BK), serta rekan sejawat legislatif seperti Steven Jansen dan anggota dewan lainnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Syamsul Hariyanto menegaskan perlunya tindakan konkret di lapangan, terutama mitigasi dampak musim hujan yang mulai melanda kawasan hunian warga.
Ia menyuarakan dorongan kuat dari DPRD Tangsel terkait pengalihan pengolahan air bersih yang tercemar bakteri E. coli di Serpong Lagoon agar segera diserahkan pengelolaannya kepada BUMD, PT PITS, demi keamanan warga.
Tidak hanya masalah lingkungan, penanganan banjir di titik-titik rawan seperti kawasan Maharta, Ciputat, Perigi, dan Pondok Pucung menjadi poin krusial yang ia kawal.
Ia menekankan pemkot tidak boleh terlambat melakukan penambahan pompa air. Syamsul juga ikut mendorong evaluasi kesiapan seluruh venue utama olahraga menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten untuk cabang sepatu roda, baseball, dan softball yang ditargetkan harus rampung pada November mendatang.
Menurut Syamsul, kehadirannya dalam forum evaluasi triwulan III ini merupakan wujud komitmennya untuk melakukan fungsi “belanja masalah” secara konsisten dan responsif dalam menjembatani kebutuhan riil konstituen di tingkat akar rumput dengan pemangku kebijakan eksekutif.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Tangsel, Mustopa, menilai agenda paparan capaian kerja ini sangat berharga bagi keterbukaan publik. “Ini akan menjadi diskusi yang menarik, karena teman-teman dewan akan memaparkan kinerjanya sepanjang tahun 2026 ini,” ujarnya.
Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy MP Butar Butar, ikut menguraikan evaluasi di bidang birokrasi pemerintahan dan hukum.
“Prinsipnya kita juga ingin menjadi lembaga legislatif yang responsif dan komunikatif,” tutur Ledy. Komisi I menyoroti maraknya bangunan tanpa izin, pemanggilan manajemen Green SM terkait kepatuhan regulasi usaha, serta mendesak pemkot segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) agar penegakan aturan di lapangan memiliki dasar hukum pelaksana yang kuat dan terpadu.
Di sektor pengawasan ekonomi dan operasional teknis, Ketua Komisi II Ricky Yuanda Bastian memaparkan kolaborasi lintas sektoral bersama Komisi IV yang dipimpin Rachmat Hidayat dalam memanggil pihak manajemen taksi hijau di wilayah Ciputat guna menyelesaikan gesekan di lapangan. “Kami memanggil bersama, ini menarik biar teman-teman juga tahu,” kata Ricky.
Ketua Komisi IV, Rachmat Hidayat, menyambung pentingnya ketepatan waktu pembangunan fisik. “Terkait solusi banjir, diingatkan agar pekerjaan di lapangan tidak mengalami keterlambatan karena sudah memasuki musim penghujan,” ucap Rachmat.
Sedangkan dari sektor anggaran, Ketua Komisi III Dra. Made Laksmi Pusparini menekankan optimalisasi target PAD dari dinas-dinas penghasil dan menyarankan integrasi retribusi parkir terpadu guna meminimalkan kebocoran kas daerah. “Kita memastikan setiap kebijakan fiskal dan pelayanan publik berjalan tepat sasaran dan transparan,” urai Made Laksmi.
Agenda paparan kinerja ini ditutup oleh Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tangsel, Zulham Firdaus, yang memaparkan langkah penegakan disiplin legislator berbasis Kode Etik Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tertib DPRD.
“Sebagai penjaga marwah anggota DPRD, Badan Kehormatan berkomitmen mendukung peningkatan sistem komunikasi laporan secara internal. Mengingat DPRD adalah lembaga publik, seluruh anggota harus terus membangun kinerja yang bersinergi dan berkolaborasi sesuai dengan ranah, jalur, dan prosedur tugas masing-masing,” pungkas Zulham.
Melalui keaktifan yang ditunjukkan Syamsul Hariyanto bersama seluruh jajaran legislatif dalam forum coffee morning ini, DPRD Tangsel memastikan akan terus mengawal roda pemerintahan kota agar berjalan lebih transparan, responsif terhadap keluhan warga, serta akuntabel dalam merealisasikan program kerja pembangunan. (red)



