JAKARTA, parlemenbanten.com– Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE, secara resmi menerima kunjungan audiensi dari jajaran panitia Festival Budaya Karo di ruang kerjanya pada Selasa, 1 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata lembaga pemerintah dalam mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan kebudayaan daerah di Indonesia. Selain mengemban amanah sebagai birokrat Pemimpin Tinggi Madya, Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE juga bertindak sebagai Pembina Dewan Pimpinan Pusat Karo Banten Bersatu (DPP KBB), yakni organisasi yang menaungi masyarakat adat Karo di wilayah Banten.

Dalam rapat koordinasi itu, Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN menyambut langsung jajaran pengurus pusat organisasi, panitia pelaksana, serta tim Event Organizer (EO) yang ditunjuk untuk menyukseskan acara.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum DPP KBB H. Tobat Ginting, S.H., Ketua Harian DPP KBB dr. Musa Brahmana, Sp.An., dan Sekretaris Umum DPP KBB Edwin CK Sebayang. Sementara dari pihak pelaksana teknis, hadir Ketua Panitia Festival Budaya Karo Benyamin Ginting, Sekretaris Panitia Festival Budaya Karo Sistim Ginting, S.Pd., bersama jajaran kepanitiaan lainnya serta tim EO yang mendampingi untuk memaparkan kesiapan teknis operasional.
Pihak panitia dan EO memaparkan rencana agenda besar Festival Budaya Karo Bumi Turang Karo Banten Bersatu (KBB). Acara berskala besar ini dijadwalkan akan berlangsung pada 28 November 2026 mendatang, dengan mengambil tempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Gelaran di TMII ini sekaligus menjadi kelanjutan kesuksesan dari agenda kebudayaan KBB, di mana sebelumnya pada tahun 2025 lalu, DPP KBB telah sukses menyelenggarakan kegiatan serupa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
Saat ini, pihak panitia bersama tim EO menegaskan bahwa berbagai persiapan intensif sedang terus dipersiapkan dan dimatangkan secara maraton. Langkah-langkah teknis mulai dari koordinasi perizinan tempat, penyusunan susunan acara (rundown), manajemen logistik, hingga konsep pertunjukan seni tradisional kini tengah digarap serius demi menyuguhkan pertunjukan kebudayaan yang megah dan berkesan bagi para pengunjung.

Festival tahun ini direncanakan menjadi magnet budaya yang luar biasa dan akan dihadiri oleh jajaran menteri kabinet serta kepala daerah. Penguatan dukungan ditunjukkan dengan rencana kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Fadli Zon beserta jajaran Kementerian Kebudayaan, serta Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana bersama jajaran Kementerian Pariwisata.
Selain itu, jajaran pimpinan daerah juga dipastikan hadir, meliputi Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran Pemerintah Provinsi Banten, Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, hingga Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karo. Perhelatan akbar ini juga akan diramaikan oleh para tokoh masyarakat Karo baik dari tingkat regional Banten maupun nasional, masyarakat Karo dari berbagai penjuru, serta terbuka bagi pengunjung umum.
Pertemuan ini juga membahas integrasi nilai-nilai kebudayaan dengan program strategis nasional. Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE menyampaikan bahwa dukungan terhadap festival ini sejalan dengan penguatan Fungsi Sosial Budaya dalam program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Melalui pilar tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen mendorong pembangunan ketahanan keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan berbasis pada nilai-nilai adat serta pelestarian kearifan lokal.
Secara spesifik, Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE menekankan bahwa budaya Karo memiliki filosofi kekerabatan yang sangat kuat, seperti konsep Tutur Siwaluh (delapan hubungan kekerabatan).

Menurutnya, tatanan moral dan etika berkomunikasi dalam keluarga Karo ini sangat relevan untuk diadopsi di era modern sebagai benteng pertahanan keluarga dari degradasi moral. Nilai gotong royong dan saling menghormati dalam adat Karo dinilai mampu menciptakan ketahanan keluarga yang kokoh dari tingkat terkecil.
Melalui sinergi antara panitia profesional, kehadiran para tokoh nasional, dan dukungan penuh pemerintah, diharapkan festival dapat berjalan sukses serta memberikan dampak positif bagi penguatan karakter dan persatuan bangsa. (sg)



