TANGERANG,PARLEMENBANTEN.COM —Kebakaran hebat melanda pabrik sandal karet milik PT Murni Karetindo Lestari di Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kobaran api yang membubung sejak Minggu malam, 21 Juni 2026, baru bisa ditaklukkan setelah petugas berjibaku selama lebih dari 12 jam.
Kondisi medan yang dipenuhi material karet pembakar membuat proses pemadaman berlangsung dramatis. Akibatnya, sejumlah personel pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan mengalami sesak napas hingga luka bakar ringan di lokasi kejadian.
Humas PMI Kota Tangerang, Arif Novrizal, mengonfirmasi bahwa ada dua hingga tiga petugas yang mengalami sesak napas. Hal ini dipicu oleh paparan asap hitam pekat dari material karet yang terbakar. “Selain sesak napas, beberapa petugas juga mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan kaki. Namun, mereka sudah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis dan langsung kembali bertugas di lokasi,” ujar Arif.
Untuk mempercepat pemadaman materi karet yang sulit padam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menggunakan strategi khusus. Petugas menambahkan campuran cairan teepol ke dalam air guna menghasilkan busa (foam) aktif yang lebih efektif untuk mengikat oksigen dan memutus jalur api. Secara keseluruhan, operasi besar ini melibatkan 95 personel gabungan serta 19 armada mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.
Meski amukan api utama saat ini sudah berhasil dikendalikan, tim damkar terpantau masih bertahan di area pabrik. Petugas terus melakukan proses pendinginan (cooling) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api sekunder yang kembali menyala. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. (sg)



