SERANG,(parlemenbanten.com) — Di tengah sorotan publik terhadap gaya hidup pejabat yang identik dengan fasilitas negara, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah justru mengambil langkah berbeda.
Sejak memimpin Kabupaten Serang, ia memilih tidak menempati rumah dinas dan tidak menggunakan mobil dinas yang menjadi hak jabatannya.
Tak hanya itu, anggaran yang semestinya digunakan untuk fasilitas kepala daerah dialihkan untuk kepentingan masyarakat, di antaranya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan pengadaan ambulans desa.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang, Muhamad Robi UZT, mengatakan sikap yang ditunjukkan Bupati Serang tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang jarang ditemui di daerah.
“Ini langka dalam sejarah Kabupaten Serang. Kesederhanaannya nyata, tetapi kerja dan pengabdiannya juga terasa,” ujar pria yang akrab disapa Gus Robi, Kamis (14/5).
Menurut dia, di tengah masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah, keputusan mengalihkan anggaran fasilitas jabatan menjadi program sosial merupakan langkah yang tepat dan menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.
Robi menilai, selama satu tahun kepemimpinan Ratu Rachmatuzakiyah, Kabupaten Serang mulai menunjukkan peningkatan prestasi dan kemajuan di sejumlah sektor pelayanan publik.
“Beliau tidak hanya menunjukkan kesederhanaan secara pribadi, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam tradisi pesantren, lanjut Robi, pemimpin terbaik bukanlah sosok yang sibuk memperbesar fasilitas pribadi, melainkan memperbesar manfaat dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sikap Ibu Bupati Zakiyah mencerminkan nilai khidmah, sederhana dalam pribadi, tetapi besar dalam pengabdian,” ucapnya.
PCNU Kabupaten Serang berharap keteladanan tersebut dapat menjadi semangat bersama dalam membangun Kabupaten Serang yang lebih maju, maslahat, dan berpihak kepada masyarakat kecil.
Pengalihan anggaran fasilitas jabatan untuk program sosial dinilai menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari kemewahan fasilitas, melainkan dari keberpihakan terhadap kebutuhan rakyat.



