Serpong (parlemenbanten.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan, sebuah organisasi yang bergerak di bidang olahraga , secara resmi mengumumkan struktur kepengurusan baru yang melibatkan tiga aktivis ternama dengan rekam jejak prestasi yang gemilang.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel telah melakukan pelantikan kepengurusan. Kali ini, tiga aktivis terbaik dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Unpam Tangsel resmi bergabung menjadi pengurus KONI Tangsel membawa semangat baru untuk mempercepat pembinaan olahraga prestasi di Tangsel.
Tiga aktivis yang dikenal memiliki rekam jejak mumpuni di GMNI tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Banten dalam agenda Pelantikan Pengurus KONI Kota Tangerang Selatan Periode 2025-2029.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Ketua Umum KONI Tangsel Mahludin untuk merangkul potensi muda yang progresif.
Bung Zein Nasution, Sarinah Wulan dan Bung Kriston yang merupakan Aktivis Senior GMNI Tangsel dikenal aktif dalam pergerakan sosial dan memiliki dedikasi terhadap pembangunan karakter bangsa.
Mereka diyakini memiliki kapasitas manajemen dan integritas tinggi untuk meningkatkan kinerja KONI Tangsel kedepan.
Langkah ini diambil untuk membawa perspektif baru dan memperkuat komitmen organisasi dalam mengawal visi-misi KONI Tangsel Periode 2025-2029.
Ketiga aktivis tersebut adalah:
1.Achmad Huzein Edi Saputra Nasution,S.H. adalah seorang praktisi hukum dan aktivis organisasi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten untuk periode 2026–2028.
Zein merupakan lulusan Universitas Pamulang (Unpam) ,pernah menjabat Ketua DPC GMNI Tangerang Selatan Periode 2019–2021.
Zein dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara KONI Kota Tangerang Selatan Periode 2025-2029.
2.Sri Wulandari, S.S : Tokoh muda pro-demokrasi yang aktif dalam advokasi kebijakan publik.
Sri Wulansari, atau yang akrab disapa Sarinah Wulan, adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang Selatan untuk masa bakti 2021–2023.
Wulan Alumnus Universitas Pamulang (Unpam) dikenal aktif dalam berbagai forum diskusi kemahasiswaan, termasuk dialog tokoh muda mengenai era digital dan menulis opini terkait implementasi filsafat Stoikisme dalam kehidupan modern.
Di masa kepemimpinannya, ia sering menekankan pentingnya keragaman etnis dan posisi strategis generasi muda dalam memajukan daerah Tangerang Selatan.
Sri Wulansari dipilih sebagai Anggota Bidang Media dan Humas dalam Kepengurusan KONI Tangsel Periode 2025-2029.
3.Kriston Haluya Situmorang, S.H adalah seorang aktivis mahasiswa dan tokoh organisasi di Tangerang Selatan.
Kriston menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Tangerang Selatan Sejak 2023-Sekarang.
Kriston terpilih menjadi anggota bidang pembinaan hukum olahraga dalam Kepengurusan KONI Kota Tangerang Selatan untuk masa bakti 2025–2029.
Kriston Merupakan lulusan dari Universitas Pamulang (UNPAM) aktif menyuarakan isu pendidikan dan kebijakan pemerintah daerah.
Pengamat Olahraga sekaligus Pengurus Kompartemen Sosial dan Bencana DPP Persatuan Alumni GMNI ,Sistim Ginting, S. Pd, menyatakan bahwa masuknya ketiga aktivis ini adalah bagian dari strategi peremajaan kepengurusan KONI Tangsel.
“KONI Tangsel butuh energi baru dan pengalaman lapangan yang kuat. Ketiga rekan aktivis ini bukan hanya berprestasi, tapi memiliki integritas. Ini adalah jawaban atas kebutuhan organisasi yang lebih dinamis dan kritis,” ujar Sistim Ginting dalam Acara Pelantikan Pengurus KONI Tangsel . (Jumat, 20/02/2026)

Kami melihat GMNI adalah kawah candradimuka yang melahirkan pejuang-pemikir. Masuknya mereka ke KONI bukan sekadar formalitas, melainkan untuk membawa semangat juang dalam membenahi tata kelola olahraga,” ujar Sistim Ginting yang juga Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Tangerang Selatan
Ketiga aktivis tersebut diharapkan membawa perspektif “Pemikir-Pejuang” (seperti motto GMNI) ke dalam organisasi, fokus pada transparansi, peningkatan pembinaan atlet muda, dan optimalisasi infrastruktur olahraga. ; tambah Sistim Ginting yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP KNPI / Anggota MPI KNPI Kota Tangerang Selatan.
Zein Nasution ,Wakil Bendahara KONI Tangsel , mewakili ketiganya, menyatakan komitmennya untuk membawa perubahan dari dalam struktur tanpa menghilangkan jiwa kritis.
“Kami masuk untuk memastikan Visi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel) berfokus pada “Optimis Tangerang Selatan Juara.
Visi ini diperkuat dengan tekad untuk meraih juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten mendatang “: ujarnya.
KONI membutuhkan tenaga muda,GMNI bukan sekadar berpolitik, tapi menghasilkan kader yang cakap manajerial. Aktivis masuk bukan untuk cari jabatan, melainkan berjuang di jalur olahraga (dedikasi) ;tambah Zein Nasution

Di bawah kepemimpinan Mahludin Ketua Umum KONI Tangsel Periode 2025-2029, KONI Tangsel memiliki beberapa fokus strategis dalam mencapai visinya antara lain :
1.Peningkatan Prestasi Olahraga: Fokus utama adalah pembinaan dan pengembangan atlet untuk mencapai prestasi tertinggi di berbagai kejuaraan, dengan target khusus menjadi juara umum Porprov Banten.
2.Pengembangan Industri Olahraga (Sport Industry): KONI Tangsel berupaya menjadikan olahraga tidak hanya sebagai kegiatan prestasi, tetapi juga sebagai sektor industri yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan peluang bisnis.
3.Membangun Destinasi Olahraga (Sport Destination): Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan Tangsel sebagai tujuan wisata olahraga, menarik event-event olahraga nasional maupun internasional, dan memanfaatkan potensi pariwisata olahraga.
4.Sinergi dan Semangat Baru: Kepengurusan baru mengusung “Era Baru, Semangat Baru” dengan penekanan pada sinergi antar pemangku kepentingan (pemerintah, cabang olahraga, atlet) untuk menembus batas prestasi.
Secara umum, visi KONI Tangsel selaras dengan motto Kota Tangerang Selatan, yaitu “Cerdas, Modern, dan Religious”, yang juga menjadi landasan dalam pembangunan bidang olahraga daerah.
Masuknya para aktivis ini diharapkan mampu memberikan warna baru dan mempercepat capaian target organisasi KONI Tangsel Periode 2025-2029. (Red)



