SERANG (parlemenbanten.com) – Pemerintah Kabupaten Serang terus berupaya meningkatkan kualitas dan cakupan layanan air minum demi memenuhi target nasional akses 100 persen pada tahun 2030. Berdasarkan data terbaru, tingkat pelayanan air minum di Kabupaten Serang mencapai 73,66 persen dari total kebutuhan masyarakat. Serang, (08/12/25).
Hingga tahun 2025, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang telah terlayani akses air minum tercatat sebanyak 415.134 KK, sementara 148.447 KK masih belum terlayani dari total 563.581 KK berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Serang.
Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi salah satu instrumen utama dalam penyediaan layanan tersebut. Data PDAM per Februari 2025 menunjukkan jumlah pelanggan aktif baru mencapai 28.155 KK atau sekitar 5 persen dari total penduduk. Artinya, akses layak non-PDAM berkontribusi sebesar 68,66 persen terhadap pelayanan air minum di wilayah ini.
Sejak tahun 2008 hingga 2024, sebanyak 440 sarana air minum telah dibangun di 264 desa. Dari jumlah tersebut, 304 sarana sudah diinventarisasi, dan ditemukan 89 unit membutuhkan perbaikan pompa serta 22 unit memiliki pompa yang sudah tidak berfungsi. Temuan ini menjadi dasar pemerintah dalam penyusunan program optimalisasi sarana air minum pada tahun berjalan.

Memasuki tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang melaksanakan berbagai pembangunan dan peningkatan jaringan perpipaan. Terdapat 21 pembangunan SPAM dari Dana Alokasi Khusus (DAK), 4 desa dibangun melalui APBD, 3 lokasi mendukung kegiatan TMMD, serta 3 desa mendapat program optimalisasi SPAM.
Pekerjaan pembangunan menggunakan APBD terbagi menjadi dua tipe, yakni berbasis mata air dan berbasis air tanah dalam. Kegiatan meliputi pembangunan broncaptering, reservoir, menara air, pengeboran, pemasangan jaringan perpipaan lengkap dengan aksesoris, hingga penyediaan sambungan rumah. Semua pekerjaan dirancang untuk menjamin keberlanjutan pasokan air layak konsumsi bagi masyarakat.
Hingga akhir September, progres pembangunan mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan pengeboran telah selesai, menara air sedang dalam tahap finishing, penggalian untuk pemasangan pipa terus berjalan, sementara pemasangan sambungan rumah sebagian telah terpasang dan sebagian lainnya masih berupa material di lokasi. Pemerintah memastikan seluruh pekerjaan akan dipercepat demi mengejar target peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Serang.(ADV)



