Tangerang, parlemenbanten.com -Suasana khidmat dan penuh rasa duka menyelimuti halaman Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026).
Di sela-sela agenda formal kebangsaan, seluruh kader, fungsionaris, dan masyarakat yang hadir secara khusus menggelar Doa Bersama Lintas Agama untuk mengiringi wafatnya Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra Bin Sukarno.
Momen spiritual ini dilaksanakan spontan di tengah rangkaian kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang diinisiasi oleh Yulius Setiarto, S.H., M.H., berbarengan dengan agenda Sosialisasi Peraturan Walikota Tangerang Nomor 13 Tahun 2026.
Mendengar kabar duka atas berpulangnya putra bungsu Sang Proklamator Bung Karno tersebut, Yulius Setiarto bersama jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang langsung mengajak seluruh tokoh agama dan peserta yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala.
Doa-doa pun dipanjatkan secara bergantian menurut keyakinan masing-masing, mencerminkan nilai toleransi dan persatuan yang kuat.
Bagi keluarga besar partai, almarhum Guruh Soekarnoputra merupakan figur yang sangat melekat di hati rakyat.
Almarhum dikenal luas sebagai seorang seniman besar, Marhaenis sejati, serta pejuang gigih Partai yang konsisten mendedikasikan hidupnya demi kebudayaan dan nasionalisme Indonesia.
“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi bangsa ini, dunia seni, dan perjuangan partai. Melalui momentum sosialisasi 4 pilar ini, kita wujudkan pilar persatuan dengan mendoakan bersama-sama agar segala amal baik almarhum semasa hidupnya senantiasa diterima di sisi Allah SWT,” ujar Yulius Setiarto di lokasi kegiatan.
Kendati diselimuti suasana duka atas wafatnya sang maestro, agenda sosialisasi yang turut membedah regulasi terbaru Perwal Kota Tangerang ini tetap berjalan lancar dan tertib hingga akhir, dengan membawa semangat gotong royong serta penghormatan setinggi-tingginya atas warisan ideologi perjuangan almarhum Guruh Soekarnoputra. (sg)



