CILEGON,PARLEMENBANTEN.COM– Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mencetak tenaga kerja terampil melalui penguatan ekosistem manufaktur dan sistem talent pool. Langkah ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi generasi muda, khususnya lulusan SMK dan SMA di Banten, agar siap bersaing di pasar kerja internasional.
Dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia di SMK YPKS Cilegon, Senin (15/6/2026), Muhamad Akbar menjelaskan bahwa Krakatau Steel telah menyiapkan skema khusus untuk mendukung penyerapan tenaga kerja di bidang manufaktur dan pengelasan (welding).
“Untuk program manufaktur dan welding, Krakatau Steel memiliki skema sistem talent pool untuk proses penerimaan tenaga kerja. Kami juga membangun ekosistem yang dapat dikerjasamakan dengan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Muhamad Akbar.
Menurut Akbar, ekosistem yang dibangun mencakup pusat pendidikan dan pelatihan (training center) bertema manufaktur serta fasilitas pabrik yang terbuka bagi kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Program ini dirancang untuk menjembatani lulusan sekolah menengah agar memiliki keahlian tersertifikasi.
“Ini untuk menampung para lulusan SMK dan SMA umum agar bisa kita latih bersama kementerian. Tujuannya supaya ada value added bagi generasi penerus, sehingga saat penempatan di luar negeri, mereka memiliki nilai tambah dan bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih tinggi,” tambahnya.
Langkah strategis Krakatau Steel ini mendapat apresiasi dari Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni meminta dunia usaha untuk memprioritaskan tenaga kerja asal Banten. Ia memuji PT Krakatau Steel yang telah berperan aktif memfasilitasi kegiatan pelatihan kerja bagi warga lokal.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KemenP2MI, Dwi Setiawan Susanto, menyebutkan bahwa kerja sama yang melibatkan PT KS, Pemprov Banten, dan perguruan tinggi ini merupakan langkah nyata menuju era skilled worker.
Dengan adanya integrasi ini, PT Krakatau Steel di bawah kepemimpinan Muhamad Akbar diharapkan menjadi motor penggerak dalam melahirkan pekerja migran produktif yang memiliki keahlian lintas negara, sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Banten. (system)



