SERANG,PARLEMENBANTEN.COM – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Yeremia Mendrofa, meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap tingginya angka kasus diabetes melitus (DM) di Provinsi Banten.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus telah mencapai angka mengkhawatirkan, yakni 94.607 kasus per Juni 2026.
Menurut Yeremia, diabetes kini tidak lagi identik sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana mayoritas penderita justru berasal dari kelompok usia produktif, bahkan ditemukan pada anak-anak dan bayi.
“Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Diabetes bukan lagi penyakit yang hanya menyerang lansia, tetapi sudah banyak ditemukan pada usia produktif bahkan usia muda. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya akan sangat besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat dan produktivitas daerah,” ujar Yeremia saat ditemui Media di Serang, Senin (15/6/2026).
Yeremia menilai, tingginya kasus diabetes berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan pemerintah daerah secara signifikan apabila tidak diimbangi dengan langkah pencegahan yang optimal sejak dini.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan transformasi strategi dengan memperkuat program promotif dan preventif, alih-alih hanya berfokus pada aspek pengobatan (kuratif).
“Edukasi mengenai pola hidup sehat harus terus diperkuat. Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya mengurangi konsumsi gula berlebih, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tegasnya.
Lebih lanjut, legislator PDI Perjuangan ini menekankan bahwa kampanye hidup sehat tidak boleh hanya menjadi seremoni di tingkat provinsi. Menurutnya, edukasi perlu dilakukan secara lebih masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Selain penguatan edukasi, Yeremia juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk memastikan ketersediaan fasilitas deteksi dini yang mudah diakses oleh masyarakat di Puskesmas maupun posyandu.
Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai peningkatan kasus diabetes di Banten, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyakit tidak menular yang dapat menurunkan kualitas hidup di masa depan. (system)



