PANDEGLANG, PARLEMENBANTEN.COM — Era kemajuan teknologi digital dan media sosial saat ini adalah sebuah keniscayaan.
Media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan telah bertransformasi menjadi senjata ampuh dalam strategi pemenangan politik.
Menyikapi fenomena tersebut, Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kader PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang melalui Media Sosial dan Literasi Digital”. Kamis, 30/04/2026
Kegiatan yang berlangsung di Pandeglang pada Kamis, 30 April 2026 ini disambut hangat oleh jajaran pengurus partai.
Acara ini diikuti oleh para fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang serta jajaran pengurus anak cabang (PAC).
Efriza, S.IP., M.Si., selaku Dosen Pembimbing PKM Unpam Serang, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam dunia politik. Ia mengimbau agar generasi muda tidak bersikap apolitis.
“Mahasiswa jangan anti terhadap politik. Justru saya mendorong agar mahasiswa-mahasiswi saya di Ilmu Pemerintahan UNPAM Serang belajar lebih dalam tentang teori dan dinamika politik yang terus berkembang. Ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Efriza.
Efriza menambahkan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk tuntutan bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta kader-kader partai.
Langkah ini diharapkan mampu mencetak masa depan politik Indonesia, khususnya di Pandeglang, yang diisi oleh figur-figur berkualitas dan memiliki kredibilitas tinggi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Yadi Murodi, menyambut baik inisiatif dari civitas akademika Unpam Serang ini.
Ia berharap pelatihan ini mampu membuat para kader lebih optimal, kreatif, dan inovatif dalam memanfaatkan media sosial untuk mengabarkan kerja-kerja partai.
“Di era digital ini, kader kita harus jadi digital ambassador yang cerdas. Kegiatan ini sangat positif. Saya menekankan kepada pengurus anak cabang untuk siap menghadapi Pilkada di 2029 dengan amunisi media sosial yang kuat,” tegas Yadi dalam sambutannya.
Yadi juga mengingatkan bahwa kader masa kini tidak boleh lagi gagap teknologi (gaptek). Kader PDI Perjuangan dituntut untuk mampu melawan misinformasi, menangkal berita hoaks, serta cakap dalam menjabarkan program dan hasil kerja nyata partai kepada masyarakat luas. (system)



