TANGERANG SELATAN,PARLEMENBANTEN.COM – Di tengah hiruk-pikuk turnamen sepak bola antar-kampung (tarkam) yang silih berganti, nama Muhamad Toha berdiri tegak sebagai sosok yang memastikan denyut nadi Pakujaya Cup tetap berdetak kencang. Sebagai tokoh sentral dan Ketua Tim Pengarah, Toha telah mengawal ajang ini sejak edisi perdana hingga kini memasuki penyelenggaraan yang ke-XI pada tahun 2026.
Bagi masyarakat Serpong Utara dan pecinta sepak bola di Jabodetabek, Pakujaya Cup bukan sekadar kompetisi biasa. Di bawah arahan Toha, yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Banten, turnamen ini bertransformasi menjadi panggung prestisius yang mempertemukan talenta lokal dengan pemain profesional dari Liga 1 dan Liga 2.
Pilar Keberlanjutan dan Keamanan
Menyongsong Pakujaya Cup XI 2026 yang resmi bergulir pada 5 April 2026 di Stadion Mini Pakujaya, Toha kembali menunjukkan peran strategisnya. Ia tidak hanya bertindak sebagai penanggung jawab administratif, tetapi juga motor penggerak koordinasi keamanan dan hukum.
“Perjalanan dari edisi pertama hingga ke-sebelas ini bukanlah hal yang mudah. Konsistensi adalah kunci. Kami terus berbenah, mulai dari manajemen panitia hingga penguatan aspek hukum di lapangan, agar Pakujaya Cup tetap menjadi barometer turnamen tarkam yang profesional dan aman bagi penonton,” ujar M. Toha saat ditemui di lokasi turnamen.
Pada edisi ke-XI ini, ia menginisiasi pembentukan Wakil Ketua Bidang Hukum guna memberikan proteksi dan kepastian regulasi di lapangan, sebuah langkah maju yang jarang ditemukan di turnamen tingkat kelurahan.
Lebih dari Sekadar Turnamen.
M. Toha selalu menekankan bahwa Pakujaya Cup adalah wadah silaturahmi. Ia kerap mengingatkan seluruh tim dan manajer untuk menjunjung tinggi sportivitas.
“Pakujaya Cup bukan sekadar mengejar piala atau hadiah uang tunai. Ini adalah panggung silaturahmi akbar. Saya selalu menekankan: tunjukkan skill terbaik kalian, tapi jaga sportivitas. Kita ingin sepak bola yang menghibur, bukan yang memicu perpecahan,” tambahnya.
Dengan total hadiah mencapai Rp150 juta pada tahun 2026, tangan dingin Toha telah membuktikan bahwa dedikasi individu mampu menciptakan institusi olahraga yang berkelanjutan. Ia juga berharap ajang ini terus melahirkan bintang baru.
“Melihat pemain Liga 1 merumput di sini adalah kebanggaan, namun melihat talenta lokal kita mampu mengimbangi mereka adalah tujuan utama,” pungkasnya.
Sekilas Pakujaya Cup XI 2026:
Juara Bertahan: BBP Putra (HBB Boy).
Peserta: 64 Tim se-Jabodetabek. (Sistem Gugur)
Maskot: Kelinci (Lambang kelincahan dan ketertiban).
Lokasi: Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Tangsel.
Total Hadiah: Rp150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)
Jadwal Final: Direncanakan pada 7 Juni 2026.
Sebagai sosok sentral, M. Toha telah menjadi motor penggerak utama turnamen ini sejak edisi pertama hingga penyelenggaraan yang ke-XI. Kehadirannya bukan hanya sebagai inisiator, melainkan sebagai tulang punggung yang memastikan roda kompetisi tetap berputar setiap tahunnya. Dedikasi M. Toha berhasil menjadikan Pakujaya Cup sebagai turnamen tarkam paling konsisten dan bergengsi di wilayah Tangerang Selatan dan Jabodetabek.
“Konsistensi selama 11 edisi adalah tantangan besar. Fokus kami tahun ini adalah profesionalisme manajemen dan keamanan. Kami ingin penonton pulang dengan senyum karena tontonan yang berkualitas, bukan karena ketegangan. Mari kita jaga sportivitas di atas segalanya.” – Toha -Penggerak Utama Turnamen Pakujaya Cup /Ketua Tim Pengarah Keberlanjutan Pakujaya Cup hingga edisi ke-11 adalah bukti nyata passion dan kepemimpinan M. Toha. Kehadiran Bapak M. Toha memastikan bahwa Stadion Mini Pakujaya tetap menjadi panggung impian bagi para pesepak bola amatir berbakat untuk menunjukkan kemampuannya. Konsistensi adalah kunci. Bapak M. Toha telah membuktikan bahwa dengan dedikasi, sepak bola tarkam bisa dikelola dengan profesional dan memberikan dampak positif bagi komunitas.
(system)



