Kota Medan (parlemenbanten.com) – Ketua Komite II DPD RI Badikenita Putri Br Sitepu Menghadiri Deklarasi Wanita Karo Indonesia (WKI) di Kota Medan ( 06/10/2025)
Sejarah baru lahir di Grand Ballroom Tiara Convention Center, Medan. Sebuah deklarasi yang tidak hanya mengumumkan sebuah organisasi, tetapi juga menggaungkan suara hati, keberanian, dan jati diri: Wanita Karo Indonesia (WKI).
Bagi bangsa ini, seperti yang diungkapkan Ketua Dewan Pembina WKI, Barata Berahmana, perempuan Karo gigih, tahan banting, dan pemberani. Dari masa perjuangan hingga kehidupan modern, wanita Karo selalu hadir sebagai tiang keluarga, penjaga nilai, dan penggerak perubahan. Dalam tradisi, mereka terbiasa memikul beban berat, baik secara harfiah maupun simbolis. Dalam kehidupan sosial, mereka selalu berada di garda depan, tak gentar menghadapi tantangan.
Deklarasi Wanita Karo Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah tekad kolektif untuk meneguhkan peran perempuan Karo di tengah dinamika bangsa. Organisasi ini lahir sebagai ruang aktualisasi, kolaborasi, sekaligus wadah perjuangan agar suara perempuan Karo lebih didengar — tidak hanya di lingkaran adat dan komunitas, tetapi juga dalam pembangunan nasional.
Grand Ballroom Tiara Convention Center hari ini menjadi saksi bahwa perjuangan perempuan tidak pernah padam.
Di ruangan ini, keberanian diwariskan, solidaritas diteguhkan, dan harapan dibangkitkan. Wanita Karo Indonesia hadir bukan untuk menuntut istimewa, tetapi untuk memastikan keadilan, kesetaraan, dan kesempatan yang sama. Lebih dari sekadar organisasi, Wanita Karo Indonesia adalah simbol daya juang. Mereka mengajarkan bahwa menjadi perempuan berarti mampu berdiri tegak ketika badai datang, menjadi lentera ketika jalan gelap, dan menjadi jembatan yang menyatukan generasi.
Semoga dari deklarasi ini lahir karya-karya besar. Semoga perjuangan wanita Karo yang gigih, tahan banting, dan pemberani terus memberi inspirasi —tidak hanya bagi Karo, tetapi bagi seluruh Indonesia. Karena ketika perempuan Karo melangkah bersama, mereka tidak hanya menorehkan sejarah, tapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih adil dan setara.
(sg)


