SURABAYA,parlemenbanten.com – Menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung dan mengawasi program pengembangan kepemudaan daerah, jajaran legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten hadir langsung di Kota Surabaya untuk mengawal kiprah tim sepak bola Banteng Banten FC di ajang nasional Soekarno Cup 2026, Senin (10/08/2026).
Delegasi penting parlemen ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Banten H. Ade Sumardi, S.E., bersama Sekretaris Wanto Sugito, S.Sos.I., M.Sos. Di lini legislatif, hadir Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten Dr. Hj. Ida Rosida Lutfi, S.E., M.Si., bersama dua anggota komisi DPRD Provinsi Muhlis, S.H., dan Abraham Garuda Laksono, B.I.T., serta Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Gita Swarantika.

Kehadiran lintas tingkat parlemen ini bertujuan meninjau langsung efektivitas program pembinaan atlet muda asal Banten yang berangkat menggunakan akomodasi bus. Sisi menarik kepemimpinan terlihat saat para pejabat publik ini menanggalkan sejenak formalitas keparlemenan di pinggir lapangan. Mereka berdiri satu barisan dengan para pemain, mengepalkan tangan, dan menggemakan yel-yel motivasi: “Selamat Malam, Malam, Malam, Malam Luar Biasa Yeaya, Banteng Banten! Menang, Menang, Menang, Juara!” langsung di lokasi turnamen.
Langkah peninjauan fisik oleh para wakil rakyat ini menjadi krusial mengingat turnamen nasional ini mengumpulkan 400 pemain dari 16 provinsi dari tanggal 10 hingga 24 Agustus 2026. Fraksi PDI Perjuangan akan memfokuskan pengawasan performa di Grup C yang berbasis di Lapangan THOR Surabaya.

Banteng Banten FC dijadwalkan menghadapi Bali (Selasa, 11/08 pukul 19.00 WIB), Sulawesi Utara (Kamis, 13/08), dan Sumatera Utara (Sabtu, 15/08). Melalui pengawalan langsung ini, jajaran DPRD Banten membidik perumusan rekomendasi kebijakan anggaran pembinaan olahraga daerah yang lebih progresif di masa mendatang. Laga ini terbuka gratis untuk masyarakat dan disiarkan lewat YouTube Soekarno Cup.
Soekarno Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola usia muda nasional tingkat amatir yang diinisiasi sebagai ruang pembinaan atlet sepak bola dari jalur akar rumput (grassroots). Turnamen ini bertujuan melahirkan talenta baru yang menjunjung tinggi sportivitas sekaligus memperkokoh rasa persatuan nasional melalui jalur olahraga. (sg)



