TANGERANG,PARLEMENBANTEN.COM — Di bawah kepemimpinan Zein Nasution, S.H., Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Banten sukses menginisiasi momentum besar persatuan mahasiswa.
Melalui diskusi bertajuk “Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa terhadap Sistem Peradilan Militer dalam Mewujudkan Supremasi Hukum yang Berkeadilan”, Zein Nasution berhasil mengonsolidasikan kekuatan Cipayung Plus Banten (PMII, IMM, KAMMI, dan LMND) di Golden Tulip Essential Tangerang, Rabu (08/04/2026).
Acara ini bukan sekadar diskusi akademik, melainkan panggung pembuktian bagi Achmad Huzein dalam merajut kembali sinergi antarorganisasi mahasiswa di Tanah Jawara.
Sebagai Ketua Pelaksana sekaligus Ketua DPD GMNI Provinsi Banten, sosok yang akrab disapa Bung Zein ini menegaskan bahwa penguasaan literasi hukum, khususnya terkait peradilan militer, adalah senjata utama mahasiswa dalam menjaga integritas bangsa.
“Mahasiswa harus hadir sebagai kekuatan kritis yang berbasis data dan hukum. Konsolidasi hari ini membuktikan bahwa Cipayung Plus Banten solid dan berkomitmen penuh untuk mengawal agar sistem hukum kita, termasuk peradilan militer, tetap berorientasi pada keadilan yang sejati,” tegas Zein Nasution, S.H. dalam pidatonya.
Diskusi ini menghadirkan tokoh besar, Mayor Jenderal TNI (Purn). Adv. Prof. Dr. Budi Pramono, yang memaparkan secara mendalam arsitektur hukum berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1997.
Kehadiran narasumber kelas atas ini menunjukkan kualitas jaringan dan bobot intelektual yang dibawa oleh Huzein dalam menakhodai GMNI Banten.
Selain Prof. Budi, hadir pula praktisi hukum Prabu Sutisna, S.H. dan Rizky Arifianto, S.H. yang menyoroti pentingnya peran peradilan militer dalam menjaga kehormatan institusi TNI serta dinamika perdebatan pidana militer di ranah publik.
Melalui kegiatan ini, Zein Nasution tidak hanya memperkuat pemahaman hukum kader-kadernya, tetapi juga memposisikan dirinya sebagai tokoh sentral yang mampu mencairkan sekat-sekat organisasi demi satu tujuan: persatuan mahasiswa untuk supremasi hukum di Indonesia.
Upaya Zein ini mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen mahasiswa yang hadir, menandai babak baru gerakan mahasiswa Banten yang lebih intelektual, solid, dan progresif di bawah kepemimpinannya.
Dalam orasi ilmiahnya, Zein Nasution, S.H. menekankan bahwa pemahaman hukum militer bukan sekadar konsumsi akademis, melainkan fondasi politik kebangsaan yang kokoh.
“Politik kebangsaan mahasiswa tidak boleh dibangun di atas sentimen buta, melainkan harus berpijak pada supremasi hukum yang jelas. Pendidikan hukum militer ini adalah ikhtiar kita agar aktivis mahasiswa tidak gagap dalam melihat relasi sipil-militer, sehingga kita bisa mengawal kedaulatan NKRI dengan nalar yang jernih dan kritis,” ujar Zein dengan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa literasi hukum adalah kunci bagi mahasiswa untuk menjadi jembatan antara rakyat dan negara.
“Tanpa pemahaman hukum yang kuat, pergerakan kita akan rapuh. Hari ini, Cipayung Plus Banten menunjukkan bahwa persatuan kita didorong oleh kesadaran intelektual untuk memastikan keadilan tidak hanya tajam ke satu sisi, tetapi tegak lurus bagi seluruh anak bangsa,” pungkas tokoh muda GMNI tersebut.



