SERANG, parlemenbanten.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengirim 20 peserta untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kaligrafi Al-Qur’an di Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (Lemka), Sukabumi, Jawa Barat, selama satu tahun.
Program tersebut menjadi bagian dari evaluasi Pemkab Serang setelah Kabupaten Serang meraih Juara Umum III pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tingkat Provinsi Banten 2026. Hasil evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Serang menunjukkan bahwa cabang kaligrafi menjadi salah satu bidang yang perlu diperkuat.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah secara langsung melepas 20 peserta yang akan mengikuti program pembinaan tersebut di Pendopo Bupati Serang, Kamis (6/8/2026).
“Hari ini kita baru saja menerima peserta dari Kabupaten Serang yang akan dibina, akan diberikan pendidikan dan pelatihan selama kurang lebih satu tahun di Lemka, Sukabumi. Pendidikannya apa? Pendidikannya adalah di bidang kaligrafi,” kata Ratu kepada wartawan.
Ratu menjelaskan, pengiriman peserta ke Lemka merupakan langkah konkret Pemkab Serang untuk meningkatkan kemampuan para peserta, khususnya pada cabang kaligrafi yang menjadi salah satu kelemahan Kabupaten Serang pada MTQ tingkat Provinsi Banten 2026.
“Oleh karena itu, kami telah memetakan beberapa peserta. Jadi ini sudah ada kurang lebih 20 peserta yang akan kami didik, kami bina, dan kami latih di lembaga yang ada di Sukabumi,” ujarnya.
Menurut Ratu, para peserta dinilai telah memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan dengan sistem mondok selama satu tahun. Ia pun meminta para peserta menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh agar dapat menyerap ilmu secara maksimal.
“Mereka menurut saya sudah terlatih untuk mondok. Tadi saya tanya, siap tidak untuk satu tahun? Siap. Jadi doakanlah, semoga mereka betah dan bisa maksimal untuk menyerap ilmu, menyerap pendidikan, terutama dalam bidang kaligrafi Al-Qur’an,” katanya.
Ratu berharap pendidikan dan pelatihan selama satu tahun tersebut mampu meningkatkan kualitas para peserta sehingga nantinya dapat menjadi kaligrafer yang berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Serang.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Serang agar para peserta dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan disiplin.
“Harapannya setelah mereka mendapatkan pendidikan kurang lebih satu tahun, mereka datang dengan mendapatkan ilmu-ilmu yang lain, terutama ilmu bagaimana menjadi kaligrafer yang terbaik sehingga kualitasnya baik. Ujungnya tentu kita ingin menghasilkan juara yang kita harapkan pada MTQ tingkat Provinsi Banten tahun 2027,” ungkapnya.
Cabang Lain Tetap Dibina
Ratu menegaskan, pembinaan tidak hanya difokuskan pada cabang kaligrafi. Cabang-cabang lainnya juga akan tetap mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan meskipun hasil yang diraih pada MTQ sebelumnya dinilai sudah maksimal.
“Karena kemarin evaluasinya adalah rendahnya cabang kaligrafi untuk Kabupaten Serang, jadi ini yang patut kita intensifkan secara berkesinambungan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Serang Budi Haryadi mengatakan, pembinaan terhadap 20 peserta tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan prestasi Kabupaten Serang pada MTQ tingkat Provinsi Banten 2027. Kedua, membekali peserta dengan ilmu yang nantinya dapat dimanfaatkan dan ditularkan kepada masyarakat.
“Pertama untuk MTQ Banten. Kedua, untuk pribadinya bisa memanfaatkan ilmunya kepada masyarakat kita,” ujarnya.
Budi memastikan seluruh biaya pendidikan dan pelatihan 20 peserta tersebut ditanggung oleh Pemkab Serang melalui LPTQ Kabupaten Serang.
Untuk memantau perkembangan peserta, LPTQ Kabupaten Serang juga akan melakukan monitoring secara rutin dengan mengunjungi mereka setiap bulan selama mengikuti pendidikan di Lemka.
“Setiap bulan sekali kita jenguk ke sana, sampai mana progresnya, bakatnya di mana, di-push up atau lainnya karena ada bidangnya macam-macam,” tuturnya.
Turut hadir Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Serang Syamsuddin, para camat dari 10 kecamatan, serta para orang tua peserta. (ADV)



