CILEGON, PARLEMENBANTEN.COM – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) akan memperingati puncak Dies Natalis GMNI ke-72 dengan menggelar Bakti Sosial Ekologis di kawasan Situ Rawa Arum, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Jumat (10/4/2026 ).
Aksi nyata ini menjadi manifestasi dari tema besar tahun ini, yaitu “GMNI Naik Kelas”. Kegiatan ini akan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan pusat, yakni Ketua Umum DPP GMNI M. Risyad Pahlevi, Sekretaris Jenderal Patra Dewa, dan Bendahara Umum A. Ersandi Santoso, serta akan dihadiri oleh ratusan kader dari DPD GMNI Banten dan DPC GMNI se-Provinsi Banten. Akan Turut hadir memberikan dukungan, Wali Kota Cilegon Robinsar dan tokoh masyarakat peduli lingkungan, Husen Saidan.
Dalam orasi politiknya, Ketua Umum DPP GMNI M. Risyad Pahlevi menegaskan bahwa narasi “GMNI Naik Kelas” adalah komitmen organisasi untuk bertransformasi menjadi gerakan yang lebih solutif terhadap isu-isu krusial, termasuk krisis iklim.
“GMNI Naik Kelas bukan sekadar retorika. Kami akan hadir di Situ Rawa Arum untuk menegaskan bahwa nasionalisme masa kini adalah nasionalisme yang peduli terhadap ruang hidup rakyat. Di tengah kepungan industri di Cilegon, menjaga sumber daya air dan ruang hijau adalah harga mati bagi kaum Marhaenis,” tegas Risyad.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPP GMNI Patra Dewa menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari konsolidasi akbar kader GMNI se-Banten.
“Kita tunjukkan bahwa GMNI tetap solid satu komando dan mampu berkolaborasi dengan elemen pemerintah maupun masyarakat untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Aksi ekologis ini ditandai dengan penanaman puluhan bibit pohon pelindung dan produktif, seperti Ketapang Kencana, Mahoni, dan Mangga. Pemilihan Situ Rawa Arum dinilai strategis karena peran pentingnya sebagai daerah resapan air dan potensi ekowisata di Kota Cilegon.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengapresiasi langkah progresif mahasiswa ini. Menurutnya, sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan di Cilegon berjalan secara berkelanjutan.
Kegiatan akan ditutup dengan diskusi konsolidasi antar-kader guna menyatukan visi dalam mengawal kebijakan publik di Provinsi Banten agar tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi mahasiswa ekstrakampus yang berlandaskan ajaran Marhaenisme. Didirikan pada 23 Maret 1954, GMNI terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak rakyat marhaen dan menjaga keutuhan NKRI. (sg)



